TopCareerID

7 Jenis Biaya Awal yang Diperlukan Kalu Mau Buka Bisnis (Bagian 1)

Ilustrasi biaya awal jika ingin membangun bisnis - money

Ilustrasi biaya awal jika ingin membangun bisnis - money (Sumber foto: Thesavvylife)

Topcareer.id – Merintis atau membangun bisnis bukan hanya sekadar memilih nama dan bangunan, butuh perencanaan dan penganggaran yang tepat. Kurangnya dana adalah alasan utama mengapa bisnis gagal. Biaya-biaya awal perlu direncanakan secara matang.

Jika kamu ingin membangun bisnis, kamu perlu memahami biaya awal dan apa saja yang harus dianggarkan.

Mengutip Business News Daily, biaya awal (startup costs) adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses memulai bisnis baru, dan harus diuraikan secara rinci dalam rencana bisnismu. Rencana bisnis sangat penting untuk meluncurkan bisnis, dan menulisnya harus menjadi salah satu langkah pertama.

Karena setiap bisnis berbeda, biaya awalmu yang sebenarnya akan bergantung pada kebutuhan dan spesifikasi bisnis. Misalnya, toko batu kemungkinan akan memiliki biaya awal yang lebih tinggi daripada bisnis online. Namun, beberapa jenis biaya awal berlaku untuk sebagian besar jenis bisnis.

1. Biaya penelitian/riset pasar

Meskipun ini opsional, beberapa pemilik bisnis menyewa firma riset pasar untuk membantu mereka menilai industri dan pasar sebelum memulai bisnis. Kamu dapat menghemat uang dengan melakukan langkah ini sendiri, tetapi jika kamu menyewa perusahaan riset, sertakan biaya ini dalam rencana bisnismu.

2. Biaya pinjaman

Menciptakan bisnis baru membutuhkan banyak modal, yang biasanya diperoleh dengan salah satu dari dua cara: pembiayaan ekuitas atau pembiayaan utang.

Baca juga: Bagi Yang Mau Jadi Pebisnis, Pelajari 10 Kepribadian Ini (Bagian 2)

Pembiayaan utang berarti meminjam uang secara langsung, sedangkan pembiayaan ekuitas berarti menjual saham di perusahaanmu untuk menerima dukungan finansial. Sebagian besar bisnis mengambil pinjaman usaha kecil, dari bank atau pemberi pinjaman lainnya.

Jika kamu mengambil pinjaman, hitung biaya pembayaran pinjaman ke dalam anggaranmu, dan pastikan pembayaran dilakukan tepat waktu.

3. Biaya asuransi, lisensi, dan izin

Saat kamu menulis rencana bisnis, teliti lisensi, izin, atau asuransi yang diperlukan untuk bisnismu. Kamu harus membawa beberapa bentuk asuransi untuk melindungi dirimu sendiri, karyawanmu, dan aset bisnismu dari kewajiban apapun yang mungkin timbul.

Dan pastikan kamu mempertimbangkan biaya berkelanjutan untuk memperbarui lisensi atau izin sesuai kebutuhan.

Exit mobile version