TopCareerID

Masalah Kesehatan yang Timbul Jika Tidur dengan Rambut Basah

Ilustrasi tidur dengan rambut basah bisa menyebabkan risiko kesehatan.

Tidur dengan guling. Dok/Pillow Advisor

Topcareer.id – Setelah seharian beraktivitas, mandi di malam hari dan keramas dianggap bisa menyegarkan tubuh. Tapi, biasanya setelah keramas , baiknya tunggu kering lebih dulu baru kemudian bisa tidur. Tapi, nunggu rambut kering akan mengurangi waktu tidur yang berharga.

Apakah tidur dengan rambut basah bisa berisiko bagi kesehatan rambut atau tubuh secara keseluruhan?

Mengutip Health.com, para ahli dermatologi sepakat bahwa hal ini dapat meningkatkan risiko kerusakan rambut, serta membuka pintu terhadap kemungkinan masalah kulit kepala seperti infeksi atau kondisi kulit yang memburuk.

Risiko kerusakan rambut

Menurut Dokter Kulit dan Direktur Pendiri Eternal Dermatology and Aesthetics, Ife J. Rodney, jika seseorang tidak mengeringkan rambut sepenuhnya sebelum tidur, maka ia berisiko mengalami kerusakan rambut.

Ia mengatakan, saat rambut basah, rambut menjadi lebih elastis. “Makanya biasanya kita mengurai rambut saat basah,” ujarnya.

Namun saat rambut basah, rambut juga menjadi lebih rapuh, tambah Cindy Wassef, MD, asisten profesor di departemen dermatologi di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School.

Kombinasi rambut basah dan rapuh serta “gesekan dan ketegangan” saat tidur dapat menyebabkan helai rambut patah, kata Rodney. “Oleh karena itu, saya sarankan membiarkan rambutmu kering sebelum tidur,” katanya.

Tidur dengan rambut basah dapat menyebabkan kerusakan, namun penting untuk diperhatikan bahwa praktik tersebut tidak

sering menyebabkan masalah kesehatan rambut yang ekstrim atau rambut rontok.

Baca juga: Alami Masalah Rambut Rontok? Coba Konsumsi 5 Makanan Ini

Potensi masalah kulit

Wassef menambahkan selain kemungkinan rambut patah, tidur tanpa mengeringkan rambut juga dapat menyebabkan potensi masalah kulit.

“Tidur dengan rambut basah juga dapat menyebabkan lingkungan lembab dan hangat di kulit kepala, yang dapat membuat Anda rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur,” kata Wassef.

Menurut Joshua Zeichner, direktur penelitian kosmetik dan klinis di departemen dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai, seseorang dapat terkena folikulitis akibat bakteri atau jamur, yang dapat bermanifestasi sebagai benjolan kecil atau pustula di kulit kepala.

Jamur Malassezia di kulit kepala dapat menyebabkan dermatitis seboroik—ruam yang gatal dan bersisik—sementara jamur Candida dapat menyebabkan gejala seperti kulit kepala gatal atau melepuh.

Masalah kesehatan lain

Tidur dengan rambut basah juga bisa memperburuk ketombe yang sudah ada, tambah Zeichner.

Selain masalah kulit, tidur dengan rambut basah juga dapat menyebabkan masalah pernapasan—bantal dan alas tidur yang lembap dapat memudahkan tumbuhnya jamur, kata Wassef, yang dapat mengiritasi saluran udara.

Exit mobile version