TopCareerID

37% Pekerja Perempuan RI Tempati Posisi Manajer Senior, Peringkat 10 Global

Ilustrasi pekerja perempuan Indonesia tempat posisi 10 yang mampu mencapai posisi manajer senior.

Ilustrasi pekerja perempuan Indonesia tempat posisi 10 yang mampu mencapai posisi manajer senior. (Pexels)

Topcareer.id – Menurut laporan rutin tahunan Grant Thornton dalam “Women in Business,” meski presentase perempuan yang menempati level setingkat manajer senior secara global meningkat dari 19,4% menjadi 33,5% selama 2 dekade, namun lajunya relatif lambat, peningkatan hanya 1,1% dari tahun lalu.

Laporan yang mengangkat tema khusus “Pathways to Parity: 20 Years of Women in Business Insights” tersebut mengungkan bahwa dengan laju seperti itu, kesetaraan tidak akan bisa tercapai hingga 2053.

Indonesia sendiri menempati posisi peringkat ke-10 secara global dengan 37% perempuan yang berada di posisi manajer tingkat senior pada tahun ini, jika dibandingkan dengan tahun lalu, terjadi penurunan persentase 2 poin yang sebelumnya berada di angka 39%. Dan persentase tersebut melampaui angka rata-rata global yang berada di angka 33%.

CEO Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, mengatakan, untuk menjaga dan mengembangkan kesetaraan serta keberagaman (Diversity, Equity, and Inclusivity), Grant Thornton Indonesia terus melakukan berbagai upaya sejalan dengan pendekatan yang diambil oleh Grant Thornton International Limited (GTIL).

Baca juga: Pekerja Perempuan Rela Resign Besok Demi Siklus Haid Yang Aman

“Untuk meningkatkan jumlah perempuan di posisi manajemen senior tidak dapat dilakukan secara efektif jika hanya dilakukan oleh pemimpin perempuan senior saja,” kata Johanna melalui siaran pers yang diterima Topcareer.id, Rabu (24/4/2024).

Laporan juga menyebutkan, posisi manajemen senior yang paling banyak dipegang oleh perempuan adalah Chief Financial Officer (CFO) sebesar 67%. Posisi kedua diikuti oleh Human Resource Director yang berada di angka 40% dan Chief Marketing Officer (CMO) di angka 36%.

“Di Grant Thornton Indonesia, kami menerapkan sistem kerja hybrid. Melalui sistem kerja ini, diharapkan karyawan dapat tetap berinteraksi dan bekerja sama dengan tim secara langsung, sambil tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Upaya ini berlaku untuk semua karyawan, baik laki – laki maupun perempuan,” tambah Johanna.

Sementara itu, peringkat pertama dalam hal persentase perempuan dalam manajemen senior tahun ini dipegang oleh Filipina (43%), Afrika Selatan (42%), dan Thailand (41%).

Exit mobile version