Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, July 22, 2024
redaksi@topcareer.id
Profesional

Cara Kerja Masa Depan Berubah, Skill Manajemen Proyek Penting

SoHyun Kang, PMI Regional Managing Director, Project Management Institute Asia Pacific (kiri) dan Cornelius Steven Sanjaya, Software Technology Program Manager, NTT Data (kanan) di UPH, Karawaci, Tangerang, Kamis (13/6/2024). (TopCareer.id/Giovani Dio Prasasti)

TopCareer.id – Di berubahnya lanskap dan cara kerja saat ini, skill dan pemahaman mengenai manajemen proyek dirasa penting untuk dipelajari.

Cornelius Steven Sanjaya, Software Technology Program Manager, NTT Data mengungkapkan pentingnya skill manajemen proyek. Dia mengatakan bahwa ada riset yang menyebut di masa depan tidak ada lagi “work as usual” atau kerja 9-5 lalu pulang.

Menurut Steven, pekerjaan di masa depan akan dibuat projectized atau berdasarkan proyek, sehingga seseorang harus mengatur proyeknya dengan baik demi mencapai tujuannya.

“Dengan berubahnya cara kerjanya, bergeser dari yang sebelumnya industrial perspective menjadi projectize perspective, memang sangat dibutuhkan sekali kemampuan project management. Karena tujuan dari proyek itu sendiri sudah punya key objectives yang mau dicapai organisasi kan,” kata Steven kepada TopCareer.id, Kamis (13/6/2024).

Sehingga, manajemen proyek bisa menjadi visi dengan penyampaian dari sebuah pekerjaan. Steven mengatakan, cara kerja yang dilakukan “work as usual” tanpa adanya skill manajemen proyek, seseorang hanya akan bekerja seperti biasa, tanpa bisa melihat objektif yang ingin dicapai dan kerangka kerja untuk menyambungkannya.

Baca Juga: Fresh Graduate, Ini Skill Paling Dicari 2024

Steven menambahkan, standarisasi untuk manajemen proyek juga dibutuhkan meski masih banyak orang yang merasa kemampuan semacam ini bisa dipelajari berdasarkan pengalaman.

“Dalam melakukan hal apapun memang yang kita capai pasti practical, tidak bisa dipungkiri. Namun bagaimana mencapai practical things tersebut, kalau tidak ada kerangka kerjanya. Kadang orang bingung kapan harus mulai, kapan harus menyelesaikan,” kata Steven ditemui di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang.

Meski begitu, setelah mendapatkan ilmu dan pemahaman tentang manajemen proyek, belum tentu dia akan langsung menjadi ahli untuk mengatur sebuah proyek. Karena itu dia tetap harus belajar mengenai praktiknya.

Namun dengan sertifikasi, seseorang akan meningkatkan employability atau keterampilan dan skill untuk pekerjaannya. “Ketika kamu punya sertifikasi artinya kamu sudah tersertifikasi, sudah divalidasi oleh organisasi besar, bahwa kamu paham soal manajemen proyek,” pungkasnya

Leave a Reply