Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

Menaker Mau Perkuat Akses Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disabilitas

Workshop Penguatan Kesempatan Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas yang digelar di Menara Danareksa, Jakarta, Senin (24/2/2025). (Dok. Kemnaker)

TopCareer.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan akan memperkuat akses pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Hal ini ia sampaikan dalam Workshop Penguatan Kesempatan Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas yang digelar di Jakarta, Senin (24/2/2025).

Menurut Yassierli, meski berbagai kebijakan telah diterapkan namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh tenaga kerja disabilitas. Kendala di lapangan membuat pemberdayaan pada kelompok ini belum optimal.

Baca Juga: Kemnaker dan BGN Mau Buka Lapangan Kerja di Program Makan Bergizi Gratis

“Ini terlihat dari terbatasnya penempatan tenaga kerja disabilitas setiap tahun dan minimnya jumlah perusahaan yang mempekerjakan mereka,” kata Menaker, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Yassierli mengklaim, pemerintah telah merancang berbagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan ini.

Beberapa langkah seperti pembentukan unit kerja khusus yang menangani pemberdayaan penyandang disabilitas di sektor ketenagakerjaan, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja disabilitas melalui pelatihan dan sertifikasi.

Selain itu, mereka juga akan memastikan penempatan kerja yang inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat Unit Layanan Disabilitas (ULD) di daerah sebagai ujung tombak pemberdayaan di tingkat lokal.

Baca Juga: Ciptakan Budaya Inklusif, Ini Bentuk Upaya Perusahaan Bantu Pekerja Disabilitas

“Saya mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam memberikan kesempatan semua pihak untuk berperan aktif dalam memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas,” ujar Yassierli.

Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Gita Kamath menekankan, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas bukan sekadar isu tentang hak asasi manusia.

Menurut Gita, ini juga kunci membuka potensi ekonomi, mendorong inovasi, dan membangun masyarakat yang lebih inklusif.

“Mari kita bersama-sama memperkuat upaya kolektif dalam membangun kondisi tenaga kerja yang benar-benar inklusif,” kata Gita.

Leave a Reply