TopCareer.id – Brimob tengah jadi sorotan usai insiden dilindasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan dengan rantis, di tengah ricuh aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025) malam.
Korps Brimob atau Brigade Mobile adalah satuan elit Polri yang bertugas menanggulangi ancaman Kamtibmas yang berintensitas tinggi. Satuan tertua di Kepolisian Negara Republik Indonesia lahir pada tanggal 14 November 1946.
Mengutip situs Korbrimob Polri, sejarah satuan ini berawal dari masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1943 hingga 1944, dengan nama Tokubetsu Keisatsu Tai atau pasukan polisi khusus.
Kemudian, namanya menjadi Polisi Istimewa setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada 14 November 1946, nama satuan ini menjadi Mobile Brigade (Mobrig). Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya satuan tersebut.
Kemudian, sejak 1961, sebutan resmi yang digunakan adalah Brigade Mobile (Brimob), yang dipakai hingga sekarang.
Baca Juga: Koalisi Ojol Nasional Desak Kapolri Usut Brimob Lindas Driver Ojol
Dilansir laman tacticalinpolice.com, Korps Brimob memiliki beberapa unit spesialis dengan fungsinya masing-masing:
- Gegana
Unit yang dikenal sebagai spesialis, penjinakan bom, penanganan bahan peledak, operasi anti-terorisme, serta intelijen dan negosiasi dalam situasi penyanderaan.
- Pelopor
Unit ini lebih dikenal sebagai pasukan yang bertugas di medan berat dan konflik terbuka.
Tugasnya antara lain penanggulangan huru-hara, operasi tempur ringan, pengamanan wilayah rawan konflik, dan pengamanan objek vital nasional.
Baca Juga: SPAI Kutuk Insiden Rantis Brimob Lindas Driver Ojol
Selain itu, terdapat pembagian satuan berdasarkan tingkat wilayah seperti Korps Brimob Polri pusat, Satbrimob Polda di tiap provinsi, serta Detasemen dan Kompi Brimob di wilayah kabupaten/kota.
Satuan ini sendiri memiliki tugas:
- Menanggulangi terorisme, penyanderaan, dan kejahatan bersenjata.
- Mengatasi kerusuhan massa dan konflik sosial.
- Melaksanakan operasi penegakan hukum bersama satuan Polri lainnya.
- Melakukan penyelamatan dan Search and Rescue (SAR) saat bencana.
- Mendukung Polri sebagai Striking Force dengan mobilitas, daya tembak, dan daya sergap tinggi.