TopCareer.id – Ruang kolaborasi yang aman dan inspiratif jadi cara bagi Gen Z untuk bisa bertahan di dunia kerja yang saat ini makin menantang.
Hal ini jadi bahasan yang diangkat dalam acara “Kapal Api Goes to Campus: Seduh Inspirasi” di Universitas Indonesia (UI), Sabtu (8/11/2025) lalu.
“Generasi Z membutuhkan ruang kolaborasi dan inspirasi antarsesama agar bisa bertahan dan beradaptasi dengan dunia yang terus berubah,” kata Theo Derick, pengusaha muda dan kreator konten yang jadi pembicara di acara tersebut.
Indonesia Gen Z Report 2024 mencatat, 60 persen generasi ini merasa khawatir terhadap ketimpangan sosial dan ekonomi.
Kekhawatiran tersebut menjadi semakin kuat karena tingginya tingkat pengangguran di kelompok tersebut yang mencapai 16 persen, tertinggi di Indonesia pada tahun ini.
Baca Juga: Begini Cara Menangani dan Berkomunikasi dengan Gen Z
Di tengah persaingan kerja yang makin ketat dan menyusutnya peluang entry-level akibat otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI), Gen Z juga kerap disalahpahami karena menjunjung nilai seperti work-life balance dan pencarian makna (purpose).
Brand Manager Kapal Api Wahyu Timothy pun melihat, mereka menilai ini menjadi perbedaan pola pikir lintas generasi yang perlu dijembatani, melalui ruang dialog yang setara dan saling mendengar.
Menurut Timothy, “Seduh Inspirasi” menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk berbagi ide dan inspirasi, serta membangun kepercayaan diri dalam menyongsong masa depan.
“Kapal Api memahami bahwa setiap generasi punya tantangannya sendiri,” kata Timothy dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Memahami Etos Kerja Generasi Z
Acara ini juga mengadakan sesi gelar wicara yang mengangkat tema “Gen Z Starter Pack: Grow, Create, Thrive“, yang membahas isu-isu krusial seperti pengembangan diri, literasi keuangan, dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Beberapa pembicara lain yaitu Pramudya A. Oktavinanda (Ketua Umum ILUNI UI 2025–2028), Ifandi Khainur Rahim (CEO dan Founder Satu Persen), Fellexandro Ruby (entrepreneur dan penulis), dan Dr. Indrawan Nugroho (CEO Corporate Innovation Asia)
Selain sesi diskusi, para pengunjung juga mengikuti berbagai rangkaian aktivitas interaktif.
Aktivasi ini dirancang untuk memperkuat optimisme generasi muda bahwa setiap mimpi bisa diwujudkan, terutama saat mereka saling mendengar dan menguatkan.













