TopCareer.id – Platform pembelajaran daring Coursera mengungkapkan bahwa makin banyak orang Indonesia yang belajar keterampilan artificial intelligence (AI) pada tahun 2025.
Berdasarkan data lebih dari 2,4 juta pengguna Coursera di seluruh Indonesia, keterampilan di sektor teknologi, bisnis, dan bahasa, jadi beberapa bidang yang paling diminati masyarakat tanah air.
Menurut Ashutosh Gupta, Managing Director, Asia Pacific, Coursera, masyarakat Indonesia terus membangun keterampilan digital dan profesional yang membuka peluang karier lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami melihat antusiasme yang kuat pada AI, data, keamanan siber, dan keterampilan kerja mendasar, kombinasi yang penting dalam mendorong Indonesia menuju tenaga kerja yang lebih digital dan kompetitif di tingkat global,” kata Gupta. dikutip dari siaran pers, Jumat (12/12/2025).
Catatan Microsoft di 2025, 95 persen pimpinan bisnis di Indonesia berencana merekrut talenta dengan kemampuan terkait AI, salah satu angka tertinggi di dunia.
Baca Juga: Menkomdigi Sebut 90 Juta Pekerjaan Baru Bakal Muncul karena AI
World Economic Forum memperkirakan 36 persen keterampilan inti tenaga kerja Indonesia akan berubah pada 2030. Temuan ini pun menegaskan pentingnya pembelajaran berkelanjutan di tengah percepatan digitalisasi.
Data Coursera juga menunjukkan, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mempelajari AI, data, keamanan siber, manajemen proyek, pemasaran digital, finansial, hingga bahasa, untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi yang berkembang cepat.
Pola ini memperlihatkan meningkatnya kebutuhan talenta yang tidak hanya kuat secara teknis, tapi juga mampu mengambil keputusan bisnis, mengeksekusi proyek secara efektif, dan berkomunikasi dengan baik.
AI dan data tetap menjadi fokus utama pembelajaran sepanjang tahun 2025.
Coursera menyebut, Indonesia mencatat satu pendaftaran kursus GenAI setiap tujuh menit, atau dua kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu satu setiap 15 menit. Kini, jumlahnya mencapai lebih dari 120 ribu pendaftaran.
Selain itu, beberapa bidang lain yang banyak dipelajari masyarakat Indonesia yaitu cybersecurity, project execution, pemasaran digital, finansial, serta ragam bahasa.
Baca Juga: CEO LinkedIn: Gelar Belum Tentu Bikin Orang Dilirik di Pasar Kerja Masa Depan
Tingginya antusiasme ini sejalan dengan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menekankan pada pembangunan kapabilitas digital sebagai fondasi inovasi jangka panjang.
Keragaman ini menunjukkan bahwa tenaga kerja Indonesia sedang membangun keterampilan yang semakin komprehensif untuk menghadapi peran lintas fungsi yang semakin umum di dunia kerja.
Peningkatan penguasaan keterampilan ini juga dinilai berdampak nyata. Menurut Coursera’s Learner Outcomes Report 2025, 94 persen pembelajar Indonesia merasakan dampak positif pada karier, seperti mendapatkan pekerjaan baru atau berkembang di posisi saat ini.
Selain itu, 37 persen meningkatkan performa kerja dan 98 persen merasakan manfaat pribadi termasuk meningkatnya kepercayaan diri dan rasa pencapaian.













