TopCareerID

Literasi Keuangan di Kampus, Mahasiswa Diajak Waspada Judi Online dan Pinjol Ilegal

CCB Indonesia dan Kinobi AI Gelar Roadshow Literasi Keuangan di Kampus. (Dok: Kinobi AI)

TopCareer.id – Mudahnya akses terhadap transaksi digital juga membuat generasi muda kini dihadapkan dengan tantangan finansial seperti pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol).

Tantangan-tantangan tersebut pun tak jarang berujung pada permasalahan keuangan jangka panjang generasi muda.

Isu ini menjadi perhatian dalam rangkaian kegiatan literasi keuangan yang digelar di sejumlah kampus sepanjang Desember 2025 oleh PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia) dan Kinobi AI.

Gelaran ini berlangsung di beberapa perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek, antara lain Politeknik STIA LAN Jakarta, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Universitas Dian Nusantara, dan STIE Trisakti.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi daring bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA), untuk menjangkau mahasiswa di luar Jabodetabek.

Kegiatan tersebut menghadirkan diskusi seputar risiko keuangan digital, kebiasaan finansial yang sehat, serta pentingnya pengambilan keputusan keuangan yang bijak sejak usia muda.

Baca Juga: Riset: Gen Z Melek Teknologi Tapi Masih Gampang Terjebak Judol

Thomas Widianto, Corporate Secretary CCB Indonesia, dalam awal roadshow di Politeknik STIA LAN Jakarta pada 12 Desember 2025 mengatakan, literasi keuangan penting sebagai fondasi bagi generasi muda, dalam menghadapi dinamika ekonomi digital.

Dalam sesi tambahan, Kinobi AI juga memberikan pemahaman untuk menghindari risiko keuangan digital seperti judi online dan pinjol ilegal, namun juga memperoleh wawasan praktis dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja sebagai sumber penghasilan yang sehat dan berkelanjutan.

Ghani Hafiyyanto, perwakilan Credit Risk Analyst dari CCB Indonesia di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), 15 Desember 2025, menyampaikan pandangan mengenai urgensi literasi keuangan di kalangan anak muda sebagai upaya menghindari risiko finansial di era digital.

Sementara dalam acara di Universitas Dian Nusantara pada 17 Desember 2025, Sabina Jacintha, Founder @hype.buss dan seorang Income Protection Specialist, membahas pentingnya perlindungan finansial, perencanaan jangka panjang, serta kesadaran akan risiko gaya hidup digital.

Materi yang disampaikan memantik diskusi karena banyak peserta memiliki pengalaman langsung terkait pinjaman online dan pengelolaan keuangan pribadi.

Baca Juga: Transaksi Judi Online Diklaim Turun di 2025

Kemudian di STIE Trisakti Kampus Grogol pada 19 Desember 2025, Ghani Hafiyyanto juga menyroroti dinamika keuangan digital serta strategi konkret yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menghindari jebakan judi online dan pinjaman online ilegal.

Kinobi AI juga membekali mahasiswa dengan wawasan praktis dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Menurut mereka, rangkaian ini memperkuat pesan bahwa pengelolaan keuangan yang sehat juga berkaitan erat dengan kesiapan karier dan keberlanjutan finansial.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi daring bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk menjangkau mahasiswa di luar Jabodetabek.

Secara keseluruhan, acara ini berhasil menjangkau total 1.226 peserta dari berbagai latar belakang mahasiswa dan alumni.

Partisipasi aktif ini mencerminkan tingginya kebutuhan dan ketertarikan generasi muda terhadap edukasi keuangan yang relevan dengan tantangan di era digital.

Exit mobile version