TopCareer.id – Peristiwa kebakaran kerap terjadi belakangan ini. Bukan hanya api, karbon monoksida (CO) juga bisa mematikan bagi korban yang terjebak.
Menurut Ika Trisnawati, dokter spesialis paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, karbon monoksida memang beracun dan berbahaya jika terhirup manusia.
Senyawa karbon monoksida dapat mengganggu sel-sel hingga kerusakan pada organ, apalagi dalam kasus kebakaran di tempat tertutup yang membuat gas tetap berada dalam satu tempat dan tidak berdilusi.
“Kalau dalam satu ruangan tertutup itu cuma berputar-putar di situ saja sehingga yang terhirup tentu saja konsentrasinya lebih besar dengan yang di udara terbuka,” kata Ika, mengutip laman resmi UGM, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Menteri PPPA: Ibu Hamil Harus Jadi Prioritas di Situasi Darurat Tempat Kerja
Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM itu menyebut, dalam kasus kebakaran, jika korban masih sadar, yang bisa dilakukan adalah memindahkannya ke ruang terbuka dengan udara bersih.
Apabila korban sudah tidak tersadar tetapi masih memiliki denyut jantung, lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP), yaitu memompa jantung dan memberikan oksigenasi dengan napas buatan.
“Tujuannya memberikan oksigen sebanyak mungkin. Semakin cepat ditolong akan lebih baik. Semakin lambat, semakin sudah tidak bisa. Jadi, sudah terjadi kerusakan organ terutama otak,” kata Ika.
Baca Juga: Kebakaran Gedung Terra Drone Ungkap Gagalnya Penerapan K3 Perkantoran Jakarta
Berkaca dari beberapa kasus kebakaran, Ika merasa mungkin sebagian masyarakat belum terbiasa memiliki detektor karbon monoksida, yang sebenarnya penting untuk mendeteksi kebocoran gas, hasil pembakaran, dan lain-lain.
Selain itu, rumah juga seharusnya punya ventilasi. Masyarakat pun harus selalu memeriksa peralatan yang menggunakan gas hingga sistem instalasi listri.
“Kalau terjadi kebakaran, segera evakuasi. Kalau bisa cari kain untuk menutup hidung dan mulut. Lebih baik dibasahkan, itu lumayan untuk menyaring karbon monoksida walaupun tidak 100 persen. Kalau tidak ada, tutup dengan tangan,” ujar Ika.













