TopCareer.id – Pernahkah kamu mendengar anggapan bahwa memelihara kucing bisa bikin mandul?
Kalau iya, klaim semacam ini telah dibantah oleh Leni Maylina, Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University.
Menurut Leni, memelihara kucing tidak bisa bikin seseorang langsung mandul.
“Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri,” kata Leni dalam siniar di YouTube IPB TV.
Dilansir laman resmi IPB, Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa berukuran sangat kecil, yang hanya bisa dilihat di bawah mikroskop.
Tidak semua kucing terinfeksi parasit ini. Bahkan, berdasarkan sejumlah penelitian, jumlah kucing yang terinfeksi tergolong sangat kecil.
“Tidak semua kucing bisa terinfeksi Toxoplasma gondii. Banyak penelitian menunjukkan prevalensinya sangat rendah, apalagi pada kucing yang dipelihara di dalam rumah,” ujarnya, ditulis Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Anjing & Kucing Lokal Jadi Hewan Peliharaan Paling Banyak Diasuransikan
Kucing lebih berisiko terinfeksi toksoplasma jika memakan daging mentah atau hasil buruan seperti tikus, yang sudah mengandung kista parasit.
Kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan parasit dalam bentuk ookista melalui feses. Namun, ookista tersebut tidak langsung bersifat infektif.
“Dia membutuhkan waktu sekitar satu sampai lima hari untuk menjadi infektif. Karena itu, membersihkan kotoran kucing setiap hari sangat penting,” kata Leni.
Kucing yang sudah pernah terinfeksi umumnya akan membentuk antibodi, sehingga kecil kemungkinan kembali mengeluarkan ookista infektif di kemudian hari.
Untuk memastikan apakah kucing terinfeksi atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan secara medis melalui feses, meski Leni mengatakan, hasilnya tidak selalu akurat.
Pemeriksaan seperti PCR atau uji imunologi juga dapat dilakukan di fasilitas kesehatan hewan.
Terkait penularan ke manusia, Leni menegaskan bahwa sumber utama infeksi toksoplasmosis justru berasal dari makanan, bukan dari kucing.
“Penularan terbesar pada manusia itu justru dari makanan, terutama daging yang dimasak tidak sempurna serta sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci bersih,” Leni menjelaskan.
Dia mengatakan, lebih dari 80 persen kasus infeksi berasal dari makanan.
Baca Juga: 8 Agustus Hari Kucing Sedunia, Ini Maknanya
Soal kaitan toksoplasmosis dengan kemandulan, Leni menyebut bahwa tidak ada bukti toksoplasmosis secara langsung bisa membuat mandul.
“Namun, pada ibu hamil, infeksi toksoplasma bisa menyebabkan keguguran atau gangguan pada janin, terutama pada trimester awal,” kata Leni.
Ia pun menyebut, perempuan hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan tidak perlu menyingkirkan kucing dari rumah.
Yang penting, hindari kontak langsung dengan kotoran kucing, memakai sarung tangan saat membersihkan litter box, serta selalu mencuci tangan hingga bersih.
“Yang paling penting itu kebersihan, termasuk kebersihan makanan dan kebiasaan cuci tangan. Jangan langsung makan setelah memegang kucing tanpa mencuci tangan,” ujarnya.
Jika memelihara kucing, pemilik diimbau tidak memberikan daging mentah, membersihkan kotorannya setiap hari, memakai sarung tangan, dan rutin membawanya ke dokter hewan untuk pemeriksaan.











