Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

Green Skills Diburu Industri, Tapi Talentanya Masih Kurang

Ilustrasi green skills. (Gambar dibuat dengan ChatGPT AI)

TopCareer.idKeterampilan hijau atau green skills mulai banyak dicari oleh perusahaan. Sayangnya, tingkat pengembangannya masih kurang.

Sebuah studi yang dilakukan LinkedIn mencatat, permintaan perusahaan akan pekerja dengan green skills kini melampaui pengembangan keterampilan tersebut pada angkatan kerja.

Dalam LinkedIn Green Skills Report 2025, LinkedIn menganalisis data profil yang telah dianonimkan dan digabungkan dari sekitar satu miliar anggotanya di seluruh dunia.

Kajian ini mencakup data dari 84 negara dalam rentang waktu Januari 2021 hingga Juli 2025.

Identifikasi keterampilan dilakukan berdasarkan skill yang tercantum di profil anggota, maupun yang disimpulkan dari berbagai elemen lain dalam profil tersebut, serta mengacu pada 1.200 green skills yang disusun bersama para ahli taksonomi.

Salah satu temuannya menunjukkan bahwa perekruten pekerja dengan green skills dan pengembangan keterampilan tersebut sama-sama tumbuh pada 2025, namun tidak seimbang. Ini berpotensi menciptakan kesenjangan dalam keterampilan hijau.

Baca Juga: Menaker Dorong Perguruan Tinggi Cetak SDM Siap Green Jobs

Berdasarkan data LinkedIn, sepanjang 2021 sampai 2025, laju pertumbuhan tahunan keterampilan hijau tercatat sebesar 3,4 persen, jauh di bawah porsi perekrutan hijau yang mencapai 6,2 persen.

Kesenjangan semakin melebar dalam satu tahun terakhir, di mana pertumbuhan perekrutan dari 2024 ke 2025 meningkat sebesar 7,7 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan laju pertumbuhan keterampilan di angkatan kerja global yang hanya 4,3 persen.

“Jika kita tidak secara drastis mempercepat pengembangan keterampilan hijau, kita akan menyia-nyiakan peluang aksi iklim sekaligus peluang ekonomi,” tulis LinkedIn, mengutip ESG Today, Jumat (9/1/2026).

Sementara bagi pemerintah, pendidik, dan pemberi kerja, LinkedIn mengatakan bahwa pengakuan terhadap transisi hijau sebagai peluang ekonomi menjadi momen yang tepat, untuk meningkatkan investasi pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Leave a Reply