Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

Green Skills Diburu Industri, Tapi Talentanya Masih Kurang

Ilustrasi green skills. (Gambar dibuat dengan ChatGPT AI)

Laporan tersebut juga menemukan, green skill semakin terintegrasi secara luas di dalam perusahaan, dan tidak lagi terbatas pada fungsi-fungsi yang berfokus pada keberlanjutan.

LinkedIn mencatat, untuk pertama kalinya, jabatan non-hijau menyumbang mayoritas perekrutan pekerja berketerampilan hijau, yakni sebesar 53 persen pada 2025.

Menurut mereka, banyak pekerjaan tradisional yang sebelumnya tidak membutuhkan green skills, namun kini keterampilan tersebut semakin diterapkan untuk mendukung transisi iklim dan energi, memperkuat kemampuan adaptasi, serta mendorong nilai bisnis.

“Secara keseluruhan, keterampilan hijau kini bersifat fundamental, bukan lagi sekadar niche, dan telah menjadi keunggulan kompetitif di pasar tenaga kerja saat ini,” tulis laporan itu.

Para pekerja yang sudah memiliki green skills juga melihat keunggulan signifikan dalam peluang kerja.

Baca Juga: 10 Skill Ini Paling Berkembang Pesat di 2030

Laporan LinkedIn mencatat, tingkat perekrutan pekerja dalam kelompok talenta hijau 46,6 persen lebih tinggi dibandingkan angkatan kerja global secara keseluruhan.

Dampak terhadap tingkat perekrutan ini juga meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Keunggulan keterampilan hijau ini sejalan dengan meningkatnya minat pekerja untuk berkarier di sektor hijau.

Survei LinkedIn pada September 2025 menunjukkan, 43 persen pekerja ingin pekerjaan yang berkontribusi pada transisi energi atau adaptasi iklim.

Minat tersebut bahkan lebih kuat di kalangan pekerja muda, dengan 5 dari 10 milenial dan 6 dari 10 Gen Z menyatakan ketertarikan serupa.

Leave a Reply