TopCareer.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta masyarakat waspada terhadap informasi palsu atau hoaks yang berkedok program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, apalagi jika informasi palsu tersebut juga menyertakan link pendaftaran tidak resmi atau berpotensi penipuan.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya berbagai unggahan di media sosial, pesan berantai, hingga berita di media massa yang mencatut program BSU 2026.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri,” kata Faried Abdurrahman Nur Yuliono, Kepala Biro Humas Kemnaker.
Baca Juga: Waspada Penipuan Lowongan Kerja Transjakarta
Faried menegaskan, informasi resmi BSU hanya disampaikan melalui laman bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi Kementerian Ketenagakerjaan.
Faried menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.
“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi apa pun terkait BSU tahun 2026. Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemnaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi,” ujarnya.
Baca Juga: Alasan Warga Indonesia Masih Gampang Ketipu Lowongan Kerja Palsu
Masyarakat juga diminta untuk selalu cek kebenaran informasi sebelum membagikannya, serta melapor apabila menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan program BSU, sehingga tidak merugikan masyarakat.
Penyaluran BSU terakhir dilakukan pada tahun 2025 dengan jumlah penerima sebanyak 16.048.472 pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku.












