TopCareerID

Jangan Banyak Begadang! Kurang Tidur Bisa Picu Obesitas pada Remaja

Ilustrasi obesitas terkait dengan kurang tidur. (Gambar dibuat dengan AI ChatGPT)

TopCareer.id – Waktu tidur yang kurang juga bisa berpengaruh pada kondisi obesitas pada remaja, di samping berbagai faktor risiko lainnya.

Obesitas sendiri bisa berbahaya karena dapat menyebabkan munculnya penyakit lain seperti diabetes, kadar kolesterol tinggi, serta tekanan darah tinggi.

Namun, Nur Aisiyah Widjaja, Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, remaja kerap tak sadar bahwa waktu tidur yang kurang juga bisa memicu obesitas.

“Perlu regulasi jam tidur yang tepat, maksimal di jam 9 malam yang mana hormon melatonin yang mengatur regulasi tidur akan meningkat perlahan dari jam 8,” kata Aisiyah, mengutip laman resmi Unair, Jumat (9/1/2026).

“Apabila tidur melebihi jam 9, maka hormon melatonin akan digantikan dengan hormon leptin yang dapat memberikan rasa lapar dan keinginan untuk sekedar ngemil atau makan meningkat,” imbuhnya.

Baca Juga: 51 Juta Warga Sudah CKG, Orang Dewasa Banyak Kena Obesitas

Menurut Aisiyah, kebiasaan tidur larut malam biasanya disertai kegiatan ngemil yang kurang baik jika dilakukan saat malam hari.

Ia menyebut, tidak sedikit remaja yang punya kebiasaan mengonsumsi mie instan ditambah telur, atau makan gorengan sebagai camilan di waktu malam.

Makan mie instan di malam hari tidak direkomendasikan karena jumlah kalorinya yang tinggi, apalagi jika ditambah dengan telur yang mengandung protein dan juga lemak.

“Tambahan tersebut juga akan menambah asupan kalori yang masuk pada tubuh, terlebih saat malam hari tubuh tidak terlalu aktif bergerak sehingga berisiko besar munculnya obesitas,” kata Aisiyah.

Baca Juga: Biar Bijak Konsumsinya, Kenali Jenis-Jenis Gula

Kurangnya waktu tidur bisa dipengaruhi oleh stres. Dalam kondisi itu, tubuh dapat melepaskan hormon kortisol, yang saat meningkat akan mengganggu pelepasan melatonin yang mengatur tidur.

Maka dari itu, selain menjaga pola makan, remaja harus menjaga tingkat stresnya.

“Usahakan tidur di jam 9 malam dan makan terakhir di jam 7 serta pengerjaan tugas kebut semalam,” kata Aisiyah.

“Perhatikan durasi tidur karena dapat memicu terjadinya obesitas yang berdampak Sindrom Metabolik (risiko diabetes, penyakit jantung koroner dan penyakit yang berhubungan dengan penyakit non communicable disease (NCD),” pungkasnya.

Exit mobile version