Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Edukasi

Viral Istilah Kapitil, Bagaimana Sebuah Kata Bisa Masuk KBBI?

Kapitil resmi masuk KBBI. (Tangkapan layar kbbi.kemendikdasmen.go.id)

TopCareer.id – Belakangan ini, kata “kapitil” sedang viral di media sosial usai masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai lawan kata dari “kapital.”

Dalam KBBI, “kapitil” diartikan sebagai “kecil (tentang huruf a, b, c, dan seterusnya” atau bisa diartikan sebagai huruf kecil.

Menyikapi ramainya kata “kapitil”, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut dalam pemutakhiran KBBI di Oktober 2025, terdapat 3.259 entri baru, sehingga secara keseluruhan entri mencapai 210.595.

Dikutip dari siaran pers, Sabtu (10/1/2026), pemutakhiran KBBI dilakukan secara berkala setiap enam bulan sebagai upaya responsif terhadap perkembangan kosa kata dan istilah yang tubuh di tengah masyarakat.

Hafidz Muksin, Kepala Badan Bahasa, mengatakan KBBI tak hanya berfungsi sebagai kamus preskriptif yang memuat aturan kebahasaan semata.

Ia mengatakan, KBBI juga bersifat deskriptif, yaitu mencatat kosakata sebagaimana digunakan oleh masyarakat, baik dalam bahasa formal maupun informal.

Baca Juga: Viral Grok AI di X Buat Konten Tak Senonoh, Komdigi Angkat Bicara

“KBBI adalah kamus besar yang ‘kebesarannya’ ditunjukkan oleh keluasan cakupan kosakata yang terhimpun dari aspek rentang waktu, bidang, dan ragam penggunaan,” ujarnya.

Hafidz menjelaskan, proses pemutakhiran KBBI dilakukan lewat mekanisme penyuntingan berjenjang dan terstandar.

Usulan entri baru, baik dari tim internal maupun masyarakat, disunting oleh editor, ditelaah redaktur, dan disahkan oleh validator sebelum ditetapkan sebagai entri resmi.

Penyuntingan berjenjang dilakukan untuk memastikan entri yang masuk ke dalam KBBI sudah benar-benar melalui proses penyaringan dan penyuntingan yang terstandar.

Kemudian, rapat redaksi dilakukan secara berkala untuk membahas persoalan apa saja yang muncul dalam penyuntingan.

Menurut Kemendikdasmen, partisipasi publik menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan KBBI.

Baca Juga: Uang Tunai Tetap Sah, Pakar Ingatkan Tak Semua Warga Bisa Transaksi Digital

KBBI Daring hingga saat ini telah menerima 255.629 usulan dari masyarakat, dengan 181.220 usulan atau sekitar 70,89 persen di antaranya telah disunting.

Setiap usulan yang diterima terlebih dahulu melalui proses penyuntingan oleh editor. Jika masih perlu perbaikan, usulan dikembalikan kepada pengusul untuk disempurnakan.

Usulan yang telah sesuai kemudian diteruskan kepada redaktur untuk dilakukan penelaahan. Setelah dinyatakan layak, usulan divalidasi dan ditetapkan sebagai bagian dari daftar entri yang akan dimutakhirkan pada periode berikutnya.

Usulan kata yang masuk mencerminkan kreativitas penutur bahasa Indonesia. Beberapa di antaranya adalah variasi cakapan dari kata yang sudah ada, yang dicatat dalam KBBI karena tingkat penggunaanya cukup luas.

Dalam praktik leksikografi modern, frekuensi kemunculan menjadi salah satu indikator, tetapi bukan satu-satunya penentu.

Baca Juga: Kursus Bahasa Inggris Diminati Dewasa, Buat Apa?

Editor juga mempertimbangkan nilai rasa, potensi tafsir sosial-budaya, serta kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia sebelum menetapkan informasi penggunaan dalam entri KBBI.

Kemendikdasmen mengungkapkan, secara umum sebuah kata bisa masuk KBBI jika memenuhi kriteria utama yaitu keunikan, eufonik (enak didengar), sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, tidak berkonotasi negatif, seta digunakan secara luas dan berulang oleh masyarakat.

Banyak di antaranya berasal dari bahasa daerah atau bahasa asing yang mengisi kekosongan makna dalam bahasa Indonesia.

Sementara sebagai karya rujukan, KBBI menggunakan berbagai konvensi penulisan unituk memudahkan pengguna, mulai dari penandaan lema, contoh penggunaan, pemenggalan kata, hingga label ragam dan bidang.

Pemahaman terhadap konvensi tersebut akan meningkatkan keterampilan merujuk dan membantu pengguna memperolah informasi kebahasaan secara tepat dan komprehensif.

Leave a Reply