TopCareerID

Era Baru Rekrutmen Pekerja, AI Mulai Ambil Peran Penting

Ilustrasi mencari kerja-CV menarik-resume - ilustrasi era AI mengubah lanskap kerja termasuk kualifikasi kerja. (Dimas/Topcareer.id)

Ilustrasi mencari kerja. (Dimas/Topcareer.id)

TopCareer.idArtificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bisa mengubah aktivitas rekrutmen pekerja, seiring semakin tingginya lamaran kerja.

Kepada CNBC Make It, Janine Chamberlin, Country Manager LinkedIn untuk Inggris mengatakan, AI akan jadi bagian krusial dari cara perekrutan dilakukan di 2026, karena mampu mempercepat berbagai proses.

“Tahun lalu adalah tahun eksperimen, ketika perusahaan dan para profesional mengambil langkah awal mereka. Tahun 2026 adalah tahun adopsi AI yang lebih luas, khususnya dalam perekrutan” kata Chamberlin, dikutip Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, AI dapat membantu perekrut mempercepat pekerjaan-pekerjaan manual, mulai dari memilah ribuan lamaran hingga menelaah CV dan surat lamaran.

Dengan dukungan tersebut, keterampilan yang paling relevan dengan kebutuhan bisa ditemukan dengan lebih cepat dan akurat.

Chamberlin mengatakan, 60 persen perekrut mengatakan bahwa AI membantu mereka menemukan talenta-talenta yang “hidden gem.”

Orang-orang tersebut mungkin akan terlewatkan dalam pencarian manual, namun bisa ditampilkan oleh AI sebagai kandidat yang cocok untuk posisi tertentu.

“Karena AI dapat menganalisis keterampilan secara sangat spesifik. Ini sangat penting jika dilakukan dengan benar,” kata Chamberlin.

Baca Juga: Bos Netflix Sebut AI Tak Bisa Gantikan Kreativitas, Kasih Contoh Taylor Swift

Menurutnya, pencarian kerja saat ini berada dalam situasi yang sulit di tengah maraknya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan persaingan yang ketat.

Lonjakan pelamar juga membuat perusahaan lebih sulit dalam merespon lamaran dengan cepat, menciptakan siklus yang melelahkan di pasar kerja.

“Pencarian kerja menjadi lebih sulit saat ini, karena kami melihat volume pelamar untuk setiap posisi yang tersedia sangat tinggi. Jadi, sebagai pencari kerja, saya melamar ke banyak posisi,” kata Chamberlain.

Di sisi lain, perusahaan dan perekrut menerima begitu banyak lamaran sehingga mereka kesulitan dalam menyaring lamaran dengan cepat, untuk menemukan kandidat dengan keterampilan yang tepat.

“Sementara pencari kerja harus menunggu kabar dari perusahaan dan menjadi semakin cemas karena tidak mendapat respons,” Chamberlain menambahkan.

Pencari kerja yang cemas pun lalu melamar ke lebih banyak posisi untuk meningkatkan peluang, sehingga siklus ini terus berlanjut.

Menurut Chamberlin, AI merupakan “bagian besar dari solusi,” dengan 93 persen perekrut berencana meningkatkan penggunaan AI pada 2026, berdasarkan riset LinkedIn.

Seiring dengan penggunaan AI untuk rekrutmen pekerja, para profesional pun harus mulai memikirkan strategi mereka dalam menggaet perekrut.

Baca Juga: CEO LinkedIn: Gelar Belum Tentu Bikin Orang Dilirik di Pasar Kerja Masa Depan

Riset global LinkedIn terhadap 19.000 responden dari berbagai negara menemukan, 80 persen pekerja merasa tidak siap menghadapi pencarian kerja pada 2026, dan hampir dua pertiga merasa proses mencari kerja semakin menantang.

Karena itu, Chamberlain menyarankan agar pelamar menyesuaikan lamaran mereka dan hindari melamar secara massal dengan surat lamaran yang generik, karena AI saat ini bisa jadi pihak pertama yang menilainya.

“Melamar posisi yang benar-benar sesuai dengan keterampilan Anda akan selalu lebih efektif dibandingkan mengirim banyak lamaran generik, baik untuk AI maupun manusia,” kata Chamberlain.

AI juga bisa membantu membuat lamaran menjadi lebih ringkas dan tepat sasaran, karena dia mampu mengidentifikasi bagian-bagian yang belum cukup menonjolkan keterampilan penting yang dibutuhkan untuk posisi tertentu.

Chamberlain menegaskan, dalam pasar kerja yang digerakkan oleh AI, kejelasan adalah kunci.

“Jika Anda memastikan keterampilan ditampilkan dengan sangat jelas di CV, surat lamaran, dan profil LinkedIn, itu yang benar-benar akan membantu Anda,” ujarnya.

Terakhir, prioritaskan format yang sederhana dan hindari template yang terlalu dekoratif, karena berpotensi menyulitkan AI dalam membaca dan memproses lamaran.

Exit mobile version