TopCareer.id – Makanan kukusan dan rebusan sedang digemari masyarakat. Tren ini dinilai memperlihatkan makin sadarnya seseorang untuk mengonsumsi real food, sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Ai Imas Faidoh Fatimah, Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University mengatakan, pangan kukusan punya banyak kandungan gizi yang baik bagi kesehatan.
“Pangan kukusan seperti jagung, pisang, ubi jalar, singkong, dan labu merupakan sumber karbohidrat kompleks, serat pangan, serta berbagai vitamin yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi tubuh,” ujarnya.
Menurutnya, tren ini positif karena selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan alami dan minim proses.
Baca Juga: Kunci Kerja Efektif dan Produktif: Makan Makanan Sehat
Metode pengolahan dengan cara dikukus atau direbus cenderung lebih sehat ketimbang menggoreng. Pengukusan meminimalkan penggunaan minyak, sehingga pangan jadi lebih rendah lemak dan jenuh kalori.
Selain itu, suhu pengukusan yang relatif lebih rendah membantu mempertahankan kandungan nutrisi, terutama vitamin dan mineral.
“Bahan pangan yang dikukus tidak kontak langsung dengan air, sehingga kehilangan vitamin dan mineral menjadi lebih kecil,” kata dia menjelaskan,” Ai Imas menjelaskan, mengutip laman IPB University, Selasa (13/1/2026).
Sejumlah bahan pangan pun sangat bermanfaat apabila diolah dengan cara dikukus. Umbi-umbian seperti ubi jalar, singkong, talas, dan kentang berfungsi sebagai sumber karbohidrat.
Sementara, sayuran hijau dan berwarna cerah seperti brokoli, wortel, dan labu kuning, kaya akan vitamin dan antioksidan.
Kacang-kacangan seperti kacang tanah dan edamame, juga menjadi sumber protein nabati dan mineral, sedangkan jagung manis mengandung karbohidrat, vitamin, dan mineral. Telur juga bisa dikukus sebagai sumber protein hewani.
Baca Juga: 5 Resolusi Tahun Baru yang Bisa Bikin Hidup Lebih Sehat
Menurut Ai Imas, sebagian besar pangan tersebut bisa diproduksi secara lokal. Sehingga, selain mendukung pemenuhan gizi, pengolahannya juga berkontribusi pada pengutan konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
Ai Imas menambahkan, makanan kukusan aman dan dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari sebagai bagian dari pola makan harian. Namun, prinsip variasi dan keseimbangan zat gizi tetap perlu diperhatikan.
“Makanan kukusan sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein hewani agar tidak hanya memberikan rasa kenyang dan mengikuti tren, tetapi juga mendukung pemeliharaan kesehatan tubuh secara optimal,” pungkasnya.
