TopCareer.id – Seseorang mungkin bisa merasa terbebani apabila mendapatkan tanggung jawab atau tugas yang besar. Namun, task snacking bisa jadi cara untuk menanganinya.
Ny’L Thompson, terapis di ADHDAdvisor menjelaskan, task snacking adalah membagi tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang mudah dikelola dan bisa dikerjakan dalam waktu singkat.
Thompson mengatakan, daripada menggarap proyek besar yang membuat kewalahan, lebih baik fokus pada langkah-langkah kecil dan cepat yang pasti membuat Anda berprogres.
Dikutip dari Verywell Mind, Rabu (21/1/2026), konsep ini mirip seperti makan snack atau “ngemil” dari daftar tugasmu.
Aimee Daramus, psikolog klinis di Clarity Clinic, Chicago mencontohkan, task snacking sederhana misalnya dengan memecah satu bab bacaan menjadi beberapa halaman saja.
Ini bisa dilakukan mungkin karena kamu sedang kurang termotivasi untuk membaca atau karena fokus dan konsentrasimu terbatas.
Task snacking sendiri merupakan strategi sederhana namun ampuh karena bekerja selaras dengan cara kerja otak kita, yang secara alami cenderung memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil.
Baca Juga: Task Masking, Saat Pekerja Muda Terlihat Sibuk Padahal Tak Produktif
Manfaat Task Snacking
Ada beberapa manfaat melakukan task snacking:
- Membantu memulai pekerjaan
Menurut Thompson, apabila sebuah tugas terasa terlalu besar, kita cenderung menundanya.
“Namun, jika kamu berkata pada diri sendiri, ‘Aku cuma akan mengerjakan ini lima menit,’ memulainya jadi jauh lebih mudah,” katanya.
Penelitian menunjukkan, mencoret satu tugas dari daftar to-do dapat membantu kita melanjutkan ke tugas berikutnya.
- Meningkatkan motivasi
Setiap “snack” atau tugas kecil bisa memberimu perasaan menang yang kecil.
Menurut Thompson, kemenangan-kemenangan kecil ini nantinya akan dapat menumpuk dan membuatmu merasa sudah mencapai sesuatu. Rasa pencapaian ini memberi otak suntikan dopamin yang membantu menjaga motivasi.
- Membangun momentum
Saat kamu menyelesaikan beberapa tugas kecil, momentum akan terbentuk secara alami. Tugas besar pun akan terasa tiba-tiba lebih ringan atau jauh lebih mudah daripada sebelumnya.
- Cocok untuk jadwal yang padat
Task snacking bisa dilakukan kapan saja, baik saat istirahat makan siang, di perjalanan pulang, atau ketika menunggu masakan matang. Ini cocok jika kamu tak punya waktu berjam-jam hanya untuk satu tugas besar.
- Membuat tugas besar terasa tidak menakutkan
Saat tugas dipecah, semuanya berhenti terasa mustahil. Menyelesaikan satu bagian kecil demi satu membuat proyek paling menantang sekalipun terasa lebih bisa didekati.
- Mendorong konsistensi
Melakukan sesuatu secara rutin, meski hanya sedikit, dapat membantumu mencapai tujuan jangka panjang. Task snacking membantu menjaga konsistensi tanpa membuatmu kelelahan.
- Tidak menguras energi
Di hari-hari saat kamu lelah, stres, atau sedang tidak mood, mengerjakan tugas besar bisa terasa terlalu berat. Namun, tugas yang singkat biasanya masih dapat dilakukan dan tetap menjadi sebuah progres.
Thompson mengatakan, task snacking sangat berguna bagi individu dengan attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau mereka yang kesulitan fokus.
Menurutnya, strategi ini memanfaatkan kemenangan kecil untuk membangun momentum.
Daramus menambahkan, meski awalnya populer di komunitas neurodiverse, metode ini bisa digunakan untuk siapa pun. “Ini hanyalah cara praktis untuk menghadapi hal-hal yang sebenarnya tidak ingin kita kerjakan,” ujarnya.
Cara Memulai Task Snacking
Untuk mulai menerapkan task snacking dalam kehidupan sehari-hari, berikut tipsnya:
- Fokus pada satu tugas besar
Mulailah dengan mengidentifikasi satu tugas atau proyek besar yang ingin kamu selesaikan seperti membersihkan garasi, merencanakan perjalanan, atau mempelajari keterampilan baru.
- Pecah jadi bagian kecil
Bagilah tugas tersebut jadi serangkaian langkah kecil. Anggaplah setiap langkah sebagai “snack” yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Misalnya, tugas besar membersihkan rumah bisa dipecah menjadi mencuci piring, menyedot debu di ruang tamu, dan membersihkan kamar mandi.
- Buat daftar kegiatan yang harus dilakukan
Setiap pagi (atau malam sebelumnya), catat daftar tugas kecil yang bisa kamu kerjakan sepanjang hari. Simpan daftar ini agar kamu tidak membuang waktu untuk berpikir harus mengerjakan apa saat punya waktu luang.
Baca Juga: 5 Tren Digital dan Sosial Ini Bakal Berdampak ke Bisnis di 2026
- Mulai dengan satu “snack”
Katakan pada diri sendiri, “Aku cuma mau mengerjakan satu pekerjaan kecil.”
Jika setelah menyelesaikan satu tugas kamu masih merasa bersemangat, kamu bisa lanjut ke pekerjaan lainnya. “Kalau tidak, tidak apa-apa. Yang penting tetap ada progres tanpa tekanan,” kata Thompson.
- Manfaatkan jeda waktu singkat
Hanya punya waktu 10 atau 15 menit? Itu sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan satu task snack. Alih-alih menunggu waktu luang yang panjang, manfaatkan jeda-jeda kecil sepanjang hari untuk tetap produktif.
- Kaitkan dengan kebiasaan rutin
Kaitkan task snacking dengan aktivitas yang sudah kamu lakukan setiap hari, supaya menjadi kebiasaan. Misalnya, kamu bisa merapikan satu laci atau lemari saat menunggu makanan matang di oven.
- Rayakan kemenangan kecil
Setiap tugas kecil yang selesai adalah kemenangan. Coret dari daftar, beri tanda centang, atau beri apresiasi pada diri sendiri. “Kuncinya adalah membuat progres terasa mungkin, agar tugas tidak menumpuk dan terasa mustahil,” kata Thompson.
