TopCareer.id – Untuk pekerja atau warga di sekitar kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) yang kerap komuter dengan KRL ke Jakarta sebentar lagi akan dapat memanfaatkan Stasiun Jatake.
Menurut PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Stasiun KRL Jatake dijadwalkan akan mulai melayani penumpang di akhir Januari 2026.
Stasiun ini berada di lintas Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung, koridor utama pergerakan harian masyarakat antara wilayah penyangga dan pusat aktivitas ekonomi Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, peningkatan kebutuhan transportasi massal berkorelasi erat dengan karakter demografi dan struktur aktivitas ekonomi Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: KRL Jabodetabek Layani 349 Juta Pengguna di 2025
“Data BPS menunjukkan dominasi penduduk usia produktif dengan dinamika pasar kerja yang aktif,” ujarnya, dikutip dari laman resmi KAI, Jumat (23/1/2026).
“Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau,” imbuhnya.
Bagi pekerja formal, Stasiun Jatake memperkuat pilihan tinggal di kawasan hunian penyangga yang lebih terjangkau dibandingkan pusat kota Jakarta, tanpa mengorbankan kepastian perjalanan.
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).
Baca Juga: Stasiun Jatake Siap Beroperasi Awal 2026
Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, memiliki bangunan tiga lantai, dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Area parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk mendukung integrasi antarmoda.
Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi.
Stasiun Jatake saat ini sedang memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
