TopCareer.id – Pengangguran dinilai sebagai tantangan terbesar yang bakal berdampak ke perekonomian Indonesia. Masalah ini bisa jadi ancaman di tahun 2026 sampai 2028.
Temuan ini dimuat dalam laporan Global Risk Report 2026 yang dirilis World Economic Forum (WEF), berdasarkan Executive Opinion Survey 2025, yang dilakukan antara Maret hingga Juni 2025.
Indonesia sendiri termasuk dalam salah satu dari 27 negara yang menghadapi risiko pengangguran, menurut laporan tersebut.
“Penciptaan lapangan kerja yang lemah dan tidak merata, serta rasa terhambatnya mobilitas sosial dan meningkatnya ketimpangan, menjadi faktor utama terkikisnya kontrak sosial,” tulis laporan itu.
Baca Juga: Data BPS: Pengangguran di Indonesia Capai 7,46 Juta Orang
Laporan tersebut juga mengungkapkan tantangan terbesar lain yang harus dihadapi. Risiko kedua adalah terbatasnya layanan publik dan perlindungan sosial seperti edukasi, infrastruktur, dan pensium.
Risiko ketiga muncul dari pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Selain itu, perlambatan ekonomi global seperti resesi dan stagnasi juga menjadi risiko keempat yang harus dihadapi Indonesia, diikuti risiko kelima yaitu inflasi.
Baca Juga: Produktivitas dan Pengangguran Masih Jadi Tantangan Ketenagakerjaan RI
Beberapa waktu lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri menyebut ada 7,46 juta orang pengangguran di Indonesia per Agustus 2025.
Data ini disampaikan oleh Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran yaitu sebesar 7,46 juta orang atau menurun sekitar 4 ribu orang dibandingkan dengan bulan Agustus 2024,” kata Edy.
Edy lebih lanjut menjelaskan, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai 7,46 juta orang ini sama dengan 4,85 persen dari total angkatan kerja, turun 4.092 orang jika dibandingkan Agustus 2024.












