Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tips Karier

5 Tips Cari Kerja Baru di 2026

Ilustrasi mencari kerja-CV menarik-resume - ilustrasi era AI mengubah lanskap kerja termasuk kualifikasi kerja. (Dimas/Topcareer.id)Ilustrasi mencari kerja. (Dimas/Topcareer.id)

TopCareer.id – Tahun baru biasanya jadi momen seseorang untuk cari kerja baru. Meski begitu, di masa-masa yang penuh gejolak seperti sekarang, mencari pekerjaan tak lagi mudah.

Para pakar karier pun menyarankanmu untuk lebih mempersiapkan diri dan memposisikan diri secara strategis, sehingga tetap bisa terlihat unggul di tengah ketatnya persaingan pasar kerja.

Tips Persiapkan Diri untuk Cari Kerja Baru di 2026

Dikutip dari Money, Selasa (27/1/2026), berikut beberapa tips untuk mempersiapkan diri dalam mencari pekerjaan baru di tahun 2026:

  • Jangan cuma bikin CV

CV biasa sekarang tidak lagi cukup. Perusahaan perlu bukti kemampuan, bukan cuma daftar pengalaman kerja.

Berbagai industri sekarang melakukan pendekatan rekrutmen yang berbasis keterampilan, yang menitikberatkan pada skill dibandingkan gelar.

“Gelar pendidikan tidak menghilang, tapi perusahaan kini lebih memprioritaskan bukti keterampilan,” kata Christie Garton, pendiri dan CEO organisasi nirlaba 1.000 Dreams Fund.

Ini berarti, kamu harus siap menampilkan hasil dari micro-credential, proyek, magang, apprenticeship, fellowship, hingga contoh hasil kerja yang menunjukkan kemampuanmu yang sesungguhnya.

Baca Juga: Ahli Saraf Ungkap Alasan Resolusi Tahun Baru Sering Gagal

Dengan AI yang mengubah banyak peran entry-level dan administratif, bukti konkret tentang caramu memecahkan masalah dan memberi nilai tambah menjadi semakin penting.

Portofoliomu sebaiknya tidak hanya menunjukkan apa yang kamu kerjakan, tetapi juga bagaimana cara berpikirmu.

“Ini bisa ditunjukkan lewat studi kasus tentang cara kamu menghadapi situasi sulit, keberhasilan proyek atau pekerjaan, serta contoh kepemimpinan,” ujarnya.

  • Tentukan dan beri bukti tiga keterampilan utamamu

Manajer rekrutmen harus menyaring ratusan lamaran. Deskripsi yang umum seperti “teliti” atau “punya kemampuan komunikasi yang baik” sekarang jarang menarik perhatian.

Perekrut ingin melihat bagaimana kelebihanmu punya dampak nyata, serta yang terpenting, ingin bukti.

Sam DeMase, pakar karier di ZipRecruiter mengatakan, tidak cukup hanya menyebutkan istilah-istilah yang umum. “Untuk menarik perhatian perekrut, kamu harus spesifik.”

Tentukan tiga keterampilan yang paling kamu kuasai dan sertakan contoh nyata yang terukur untuk masing-masing keterampilan tersebut. Ini membantu perekrut memahami kontribusi yang bisa kamu berikan.

  • Fokuskan pencarian kerja

Melamar ke banyak posisi sekaligus mungkin terasa aman, tetapi dalam pasar yang kompetitif, strategi ini jarang efektif. Memfokuskan diri pada bidang tertentu justru bisa memperkuat peluangmu.

“Semakin kamu mempersempit dan menspesialisasikan CV serta pencarian kerja, semakin baik hasilnya,” kata DeMase.

“Jika kamu punya pengalaman di kategori tertentu, tonjolkan itu di bagian atas CV dan lamar posisi yang relevan,” imbuhnya.

Baca Juga: Tips Aman Cari Kerja di Luar Negeri

Perusahaan saat ini juga semakin mengutamakan pengalaman praktis dan hasil yang nyata, ketimbang sekadar latar belakang pendidikan.

Kandidat yang bisa menunjukkan dampak jelas di bidang tertentu seperti kesehatan, keamanan siber, AI, atau teknik, akan lebih menonjol di tengah banjir pelamar.

  • Bangun eksistensi secara online

Sebelum membaca CV, perekrut mungkin saja mengintip profil media sosialmu seperti LinkedIn. Platform ini bisa digunakan karena jadi salah satu sarana untuk menunjukkan keahlian profesional.

Adam Samples, Presiden Talent Solutions di Atrium menyarankanmu untuk membangun eksistensi digital dengan mengoptimalkan profil LinkedIn-mu.

Pasang endorsement, rekomendasi, pencapaian terukur, serta konten bernilai yang membedakanmu dan menunjukkan kemampuan berpikir serta menulis.

Baca Juga: Orang Indonesia Makin Putus Asa Cari Kerja

Profil yang kuat bukan cuma bikin kamu lebih mudah ditemukan perekrut. Aktif di LinkedIn juga menunjukkan keahlianmu secara langsung dan memposisikanmu sebagai sosok yang memberi nilai tambah.

Saat siap mencari kerja, fitur “Open to Work” bisa secara halus memberi sinyal kepada perekrut bahwa kamu terbuka terhadap peluang baru.

  • Perluas jejaring

Mentorship dan networking tetap jadi kunci terpenting dalam mengembangkan karier, terutama di tengah pasar kerja yang semakin ketat.

Garton mengatakan, mentorship bisa membantu talenta muda memahami ekspektasi perekrutan, mendapatkan wawasan, serta lebih percaya diri dalam mengejar peluang yang sebelumnya terasa sulit dijangkau.

Membangun jejaring juga tidak selalu berarti datang ke banyak acara atau diskusi. Mulailah dengan terhubung dengan profesional di LinkedIn, menghadiri konferensi, atau ikut program mentorship.

“Cari acara networking lokal atau organisasi yang menyediakan akses ke mentor,” kata Garton. “Ini tetap menjadi salah satu akselerator paling kuat untuk menghadapi pasar kerja yang tidak pasti.”

Leave a Reply