Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

ProfesionalTren

Tren Rekrutmen 2026: AI Jadi Standar Baru, Talenta Global Kian Diburu

Ilustrasi tips memulai karier dan terjun ke dunia kerja.Ilustrasi CV. Dok/Livecareer

TopCareer.idArtificial intelligence (AI) dan perekrutan lintas negara diperkirakan akan jadi tren rekrutmen di tahun 2026. Hal ini seperti diungkapkan oleh platform lowongan kerja Jobstreet by SEEK.

Wisnu Dharmawan, Acting Managing Director untuk Indonesia, Jobstreet by SEEK mengatakan, jika tahun 2023 sampai 2025 adalah fase pengenalan AI di dunia rekrutmen kerja, maka 2026 bisa jadi fase optimalisasi.

AI tak lagi sekadar alat bantu rekrutmen, tapi dinilai telah mengubah definisi kompetensi itu sendiri.

Laporan Hiring, Compensation, and Benefits 2025 menemukan, meningkatnya penggunaan AI dalam beberapa tahun terakhir membuat 71 persen perusahaan di Indonesia kini mempertimbangkan pengetahuan AI kandidat saat merekrut.

Menurut Wisnu, perkembangan ini pun akan membuat keterampilan terkait AI akan semakin dibutuhkan di berbagai fungsi.

“AI tidak lagi eksklusif milik engineer, tetapi menjadi keharusan untuk berbagai divisi termasuk pemasaran, operasional, hingga keuangan,” kata Wisnu, dikutip dari siaran pers, Senin (2/2/2026).

“Kuncinya terletak pada AI literacy (kecakapan AI), data literacy, dan kemampuan mengintegrasikan AI ke alur kerja untuk mendongkrak produktivitas,” imbuhnya.

Baca Juga: Era Baru Rekrutmen Pekerja, AI Mulai Ambil Peran Penting

Dampaknya, akan terlihat pergeseran relevansi keterampilan. Pekerjaan yang repetifif dan klerikal (administratif rutin), akan semakin tergerus otomatisasi.

Sementara, nilai tambah manusia bakal bergeser ke kemampuan analisis, pemecahan masalah yang kompleks, kreativitas, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Karena itu, bagi pekerja, ini bisa jadi saat yang tepat untuk mengevaluasi apakah pekerjaan sehari-hari didominasi tugas rutin yang gampang dibuat otomatis. Jika iya, ini pertanda Anda harus mulai berinvestasi pada keterampilan baru.

Tantangan lain juga muncul dari lintas negara. Laporan Decoding Global Talent 2024 menyebut, sekitar 67 persen pekerja Indonesia berminat kerja di luar negeri.

Angka ini didorong oleh keinginan mengejar eksposur global serta kualitas hidup yang lebih baik.

Baca Juga: Penggunaan AI Tuntut Brand Lebih Jujur pada Konsumen

Jobstreet menilai, bagi perusahaan Indonesia, ini bisa jadi peluang sekaligus peringatan. Penting untuk memperkuat strategi retensi agar talenta terbaik melihat masa depan karier di dalam negeri.

Selain penyesuaian kompensasi, perusahaan perlu menawarkan jalur karier yang jelas, kesempatan pembelajaran global, dan fleksibilitas kerja yang kompetitif secara internasional.

Di sisi lain, perusahaan juga bisa mulai memanfaatkan cross-border recruitment melalui platform global seperti Jobstreet by SEEK untuk mengisi celah keterampilan khusus yang sulit ditemukan di pasar lokal.

Wisnu menegaskan, tahun 2026 bukan sekadar tentang siapa yang merekrut paling cepat, namun tentang siapa yang mampu memetakan potensi talenta dengan paling akurat.

“Bagi pencari kerja, portofolio dan kredensial mikro (micro-credentials) akan menjadi bukti kompetensi yang lebih bernilai dibanding gelar semata,” pungkasnya.

Leave a Reply