TopCareer.id – Platform media sosial berbasis gambar Pinterest mengungkapkan rencana untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari 15 persen karyawannya.
PHK ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi yang lebih luas, seiring platform mengalihkan lebih banyak dananya ke kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dalam pengajuan sekuritasnya pada Selasa pekan lalu, platform yang berpusat di San Fransisco, Amerika Serikat ini mengatakan PHK ini untuk mendukung “inisiatif transformasi.”
Inisiatif tersebut mencakup pengalokasian kembali sumber daya perusahaan ke peran yang fokus pada AI, serta memprioritaskan produk yang didukung kecerdasan buatan.
Baca Juga: Demi AI, Sederet Raksasa Teknologi Ramai-Ramai Lakukan PHK di 2025
Dilansir AP News, dikutip Senin (2/2/2026), perusahaan juga sedang berusaha untuk membentuk kembali “pendekatan penjualan dan pemasaran.”
Selain PHK, Pinterest juga akan mengurangi ruang kantor. Perusahaan memperkirakan akan menyelesaikan rencana restrukturisasi pada akhir September, dengan biaya sebelum pajak sebesar USD 35 hingga 45 juta.
Pemangkasan karyawan ini diperkirakan bakal berdampak pada ratusan pekerja. Hingga akhir tahun lalu, total karyawan Pinterest mencapai sekitar 5.200 orang, menurut data perusahaan yang dibagikan ke Associated Press.
Pinterest memang baru-baru ini mempercepat integrasi AI-nya, terutama dalam penawaran yang ditujukan untuk konsumen.
Baca Juga: Apple PHK Karyawan Penjualan, Puluhan Orang Dipecat
Pada Oktober, perusahaan memperkenalkan update berbasis AI untuk “boards” pengguna di platform dan meluncurkan Pinterest Assistant, yang didukung AI dan memberikan rekomendasi belanja kepada pengguna.
Di saat yang sama, Pinterest juga meluncurkan lebih banyak alat periklanan otomatis untuk pemasar, karena menghadapi persaingan yang semakin ketat dari TikTok, Facebook milik Meta, dan Instagram.
“Investasi kami dalam AI dan inovasi produk membuahkan hasil,” kata CEO Pinterest Bill Ready pada bulan November 2025, dikutip dari CNBC.
“Kami telah menjadi yang terdepan dalam pencarian visual dan secara efektif telah mengubah platform kami menjadi asisten belanja bertenaga AI untuk 600 juta pelanggan,” ujarnya.













