TopCareer.id – Whip Pink belakangan jadi bahan pembicaraan dan viral usai disebut-sebut terkait dengan meninggalnya seorang selebgram, karena ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Meski belum ada keterangan apakah benar benda itu yang menjadi penyebab meninggalnya atau bukan, penyalahgunaan Whip Pink pun jadi sorotan masyarakat.
Whip Pink adalah tabung atau cartridge kecil berisi gas nitrous oxide (N2O) bertekanan tinggi yang digunakan sebagai pendorong krim pada wadah whipped cream.
N2O juga digunakan dalam bidang medis sebagai anestesi, untuk membantu mengurangi rasa nyeri pada tindakan medis tertentu seperti prosedur invasif, persalinan, atau pendamping obat bius pada anestesi umum.
Agil Wahyu Wicaksono, Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University pun mengingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan Whip Pink atau whippets yang mengandung gas N2O.
Penggunaan gas di luar peruntukkannya bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, bahkan berisiko menyebabkan kematian.
Baca Juga: Viral Istilah Kapitil, Bagaimana Sebuah Kata Bisa Masuk KBBI?
“Penggunaan gas N2O secara berlebihan atau tidak tepat dapat membahayakan tubuh,” kata Agil, mengutip laman resmi IPB University, Selasa (3/2/2026).
“Dampak beracun gas tersebut terjadi karena N2O merusak fungsi vitamin B12 di dalam tubuh, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf,” ujarnya.
Akibatnya, tubuh tidak bisa menjalankan proses penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan saraf.
Agil menyebut, gangguan ini menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung saraf atau mielin, baik pada sistem saraf pusat maupun saraf tepi.
Dia menambahkan, kerusakan ini bisa menimbulkan berbagai keluhan seperti kesemutan, kelemahan, gangguan keseimbangan, sampai kerusakan saraf akibat terganggunya aliran darah.
Menurut berbagai laporan ilmiah, gangguan saraf yang paling sering muncul akibat penyalahgunaan N2O adalah kerusakan sumsum tulang belakang, terutama bagian yang berperan dalam fungsi rasa dan keseimbangan tubuh.
“Semakin sering gas ini digunakan secara berlebihan, maka semakin besar risiko terjadinya kerusakan saraf,” kata Agil.
Baca Juga: Aura Farming Pacu Jalur Viral, Medsos Bisa Dongkrak Pariwisata dan Tradisi Lokal
N2O juga bisa mempengaruhi sistem pembuluh darah. Gas ini dapat menyebabkan otot-otot pembuluh darah menjadi lebih rileks, sehingga pembuluh darah melebar.
“Jika terjadi secara berlebihan, tekanan darah dapat turun drastis dan menimbulkan sakit kepalah hebat, pusing, serta rasa lemas,” Agil menjelaskan.
Selain itu, N2O bisa bereaksi dengan zat lain dalam tubuh dan membentuk senyawa yang sangat reaktif dan berbahaya. Senyawa ini dapat merusak sel, memicu peradangan, serta menyebabkan kematian sel.
Agil juga mengungkapkan, N2O menghambat kerja mitokondria sebagai penghasil energi sel, sehingga produksi energi menurun dan sel, terutama sel saraf, berisiko mati.
Gas ini juga dapat mengubah hemoglobin dalam darah sehingga tidak mampu mengikat oksigen secara optimal. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kulit tampak kebiruan dan jaringan tubuh mengalami kekurangan oksigen.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Viral Usai Pasang Badge Open to Work di LinkedIn
Menurut Agil, Whip Pink sering disalahgunakan sebagai “zat hiburan” karena menimbulkan rasa senang, euforia, dan halusinasi, sehingga dikenal sebagai “gas tawa.”
Namun, menghirup N2O di luar pengawasan medis bisa sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, apalagi jika dipakai dalam jumlah besar atau terlalu sering.
Di beberapa kasus, pemakaian berulang juga dapat menimbulkan ketergantungan.
Agil pun menegaskan bahwa Whip Pink harus digunakan sebagaimana mestinya, misalnya untuk keperluan kuliner.
“Jangan penggunaan Whip Pink sebagai ‘anestesi mandiri’ tanpa anjuran dan pengawasan dokter. Penggunaan gas N2O untuk kepentingan medis hanya boleh dilakukan oleh dokter,” tegasnya.
Penggunaan Whip Pink untuk kuliner pun harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan menaruh produk semacam itu di dekat benda mudah terbakar.
Selain itu, penggunanya juga disarankan menghirup udara segar agar tubuh tetap mendapatkan cukup oksigen.
