TopCareerID

Job Hugging Jadi Tantangan Rekrutmen Pekerja di 2026

Ilustrasi daftar 15 perusahaan terbaik di Indonesia untuk bekerja. (Pexels)

Ilustrasi kerja di perusahaan. (Pexels)

TopCareer.id – Di tengah masih mengintainya fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Jobstreet by SEEK menyebut job hugging bisa jadi tantangan dalam dunia rekrutmen pekerja di 2026.

Menurut Jobstreet, data pasar kerja nasional menunjukkan tren positif, terutama di sektor layanan kesehatan, manufaktur, dan ekonomi digital.

Namun, yang justru muncul adalah fenomena job hugging, dimana pekerja memilih bertahan di posisi saat ini demi stabilitas karir (job security), meski mungkin belum memuaskan secara finansial atau jenjang karier.

Baca Juga: Demi AI, Sederet Raksasa Teknologi Ramai-Ramai Lakukan PHK di 2025

Wisnu Dharmawan, Acting Managing Director untuk Indonesia, Jobstreet by SEEK menyebut, situasi ini mengurangi mobilitas tenaga kerja secara organik.

Maka dari itu, untuk merekrut pekerja baru, perusahaan harus lebih proaktif membangun employer branding atau menawarkan jenjang karier yang jelas dan menarik.

Di sisi lain, strategi perusahaan untuk mempertahankan pekerja tidak bisa lagi pasif. Perusahaan harus mengidentifikasi apakah tim di masing-masing perusahaan memiliki “sunset skills“, yaitu keterampilan rutin mudah diotomasi.

Baca Juga: Job Hugging Bisa Rugikan Perusahaan?

Jika ditemukan, perusahaan harus proaktif melakukan upskilling internal, alih-alih sekadar merekrut pekerja baru.

Perusahaan harus fokus pada kombinasi skill teknis (seperti cloud atau cybersecurity) dan human skills (komunikasi dan kolaborasi).

“Cara sederhananya, bandingkan deskripsi pekerjaan di perusahaan dengan lowongan terkini di pasar tenaga kerja,” kata Wisnu dikutip dari siaran pers, Rabu (4/2/2026).

“Bila pasar mulai menuntut elemen AI, data, atau cloud yang belum dimiliki tim saat ini, itu sinyal perlunya program upskilling terarah dari perusahaan,” pungkasnya.

Exit mobile version