TopCareerID

3 Jurus Komunikasi Wawancara Kerja yang Bikin HR Terpikat

wawancara kerja

Ilustrasi wawancara kerja (Dok. Flickr)

TopCareer.id – Kemampuan untuk komunikasi penting saat kita melakukan wawancara kerja. Hal ini menjadi nilai tambah yang bisa membuat pewawancara lebih tertarik.

“Hal-hal yang membuat kita hebat dalam berkomunikasi juga membuat kita sangat, sangat menarik di mata pewawancara,” kata Charles Duhigg, penulis buku produktivitas dan komunikasi.

Dikutip dari CNBC Make It, Jumat (6/2/2026), Duhigg pun membagikan tiga tips komunikasi yang sebaiknya dilakukan dalam sesi wawancara kerja, agar dapat terhubung dengan pewawancara dan memberikan kesan yang kuat.

Pewawancara tahu kandidat ingin tampil mengesankan. Namun, jika jawaban terdengar terlalu dipoles atau seperti hafalan, hal itu justru bisa merugikan.

Duhigg menyebut, pewawancara tahu bahwa kamu sedang berusaha untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga mencoba menampilkan kemampuan terbaiknya.

Namun semakin kita bisa “menyampaikan siapa diri kita sebenarnya,” semakin besar peluang pemberi kerja “melihat apakah kita benar-benar bisa berhasil di sana.”

Ia mengatakan, menjawab pertanyaan dengan jujur namun tetap bijak dapat membuat kandidat lebih menonjol.

“Pewawancara akan mengingat jawaban itu,” kata Duhigg. “Komunikasi terbaik adalah komunikasi yang paling tulis.”

Baca Juga: Tips Jawab ‘Ceritakan Tentang Dirimu’ Saat Wawancara Kerja

Biasanya, dalam sebuah wawancara kerja, salah satu pertanyaan yang paling sulit adalah, “Ceritakan kelemahanmu.”

Jika mendapatkan pertanyaan ini, Duhigg menekankan bahwa menjawab dengan jujur bukan berarti harus membuka semua kekuranganmu atau mengatakan hal yang tidak pantas.

Pelatih karier Madeline Mann sebelumnya mengatakan, jawaban ideal adalah menyebutkan kelemahan yang nyata, tapi bukan yang berdampak ke pekerjaan, lalu menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan untuk memperbaikinya.

Duhigg mengatakan, biasanya orang akan mendapatkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan di akhir sesi. Menurutnya, komunikator yang baik biasanya lebih banyak bertanya dibandingkan orang lain.

Mereka juga mengajukan apa yang disebut deep questions, yaitu pertanyaan yang menyentuh nilai, keyakinan, atau pengalaman seseorang.

Baca Juga: 4 Bahasa Tubuh Ini Bikin Kamu Tampil Meyakinkan Saat Wawancara Kerja

Bagi pencari kerja, ini bisa berarti menanyakan bagaimana pewawancara memulai karier di bidang tersebut, atau apa bagian favorit mereka dari bekerja di perusahaan itu.

Komunikasi bisa terjadi tanpa kata-kata. Bahasa tubuh dapat sangat menentukan. Meniru postur, gestur, atau ekspresi pewawancara, dapat membuatmu tampak lebih menarik sebagai kandidat.

Misalnya, apabila mereka tersenyum, ikutlah tersenyum. Kamu juga bisa memperhatikan jika pewawancara sedikit condong ke depan, lalu melakukan hal yang sama.

“Semakin kita siap dan nyaman melakukannya, semakin besar kemungkinan wawancara itu berjalan dengan baik,” kata Duhigg.

Exit mobile version