TopCareerID

Menaker Ingatkan Generasi Muda Tak Bergantung di Satu Skill

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Bekasi, Kamis (15/5/2025). (YouTube Kementerian Ketenagakerjaan)

TopCareer.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan agar generasi muda tidak hanya bergantung pada satu skill lama yang dimilikinya.

Menurut Menaker Yassierli, mereka yang enggan menambah keterampilan atau skill baru berisiko kehilangan peluang kerja dan tersisih dari persaingan kerja yang kini makin ketat.

“Untuk menang dalam persaingan lokal dan global, kita tidak cukup mengandalkan satu kompetensi,” kata Yassierli saat memberikan kuliah umum di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin (9/2/2026).

“Model kompetensi itu nggak satu lagi, sudah bergeser,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kemnaker. Menurutnya, perubahan teknologi dan ekonomi global membuat kebutuhan industri ikut bergeser.

Baca Juga: 3 Keterampilan Sosial yang Harus Dipelajari biar Karier Sukses

Sejumlah sektor baru terus tumbuh seperti ekonomi digital dan kreatif, pemanfaatan artificial intelligence (AI), care economy, hingga ekonomi berkelanjutan.

Karena itu, tenaga kerja dituntut lebih adaptif, khususnya generasi muda yang sedang bersiap masuk atau baru memulai karier.

Yassierli pun menilai cara pandang “cukup satu keahlian” sudah tidak relevan. Menurutnya sekitar 59 persen pekerja di dunia diperkirakan perlu mempelajari skill baru, agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Perubahan kebutuhan juga terlihat dari model kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Jika dulu seseorang cukup menjadi pakar di satu bidang, kini dibutuhkan kemampuan yang berlapis dan saling terhubung.

Baca Juga: Cari Kerja Sulit, Fresh Graduate Harus Berani Pamer Skill

Ia menyebut, model T-Shaped (mendalam di satu bidang, memahami bidang lain), Pi-Shaped (memiliki dua keahlian utama), hingga M-Shaped atau multi-spesialisasi yang terintegrasi menjadi gambaran skillset yang perlu dibangun anak muda.

Yassierli pun menambahkan, kunci agar proses peningkatan kompetensi berjalan konsisten adalah growth mindset.

Dia mengingatkan, sekitar 50 persen pekerjaan di industri diprediksi akan berubah dalam 10 tahun ke depan, sehingga kemampuan untuk terus belajar ulang menjadi keharusan bagi pekerja, termasuk generasi muda.

“Tantangan kita saat ini adalah pekerja yang tidak mau belajar hal baru. Padahal, growth mindset adalah kunci manusia beradaptasi,” pungkas Menaker.

Exit mobile version