TopCareer.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan masa depan dunia kerja ditentukan oleh manusia yang bisa beradaptasi dan memakai teknologi dengan bijak, bukan mesin atau robot.
Hal ini disampaikan Afriansyah saat memberikan kuliah umum di Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker), Jakarta, Kamis (5/2/2026).
“Teknologi bukan untuk menggantikan manusia. Masa depan bukan milik mesin atau robot, melainkan milik manusia yang mampu beradaptasi, terus belajar, dan bekerja sama dengan teknologi,” ujarnya.
Menurut Afriansyah, kecerdasan buatan (AI), big data, hingga digitalisasi, semakin melekat pada aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: 3 Keterampilan Sosial yang Harus Dipelajari biar Karier Sukses
Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan ini tidak boleh menghilangkan peran manusia, justru harus memperkuat kapasitas, martabat, dan kualitas sumber daya manusia.
Afriansyah menekankan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis,
Dunia kerja sekarang juga kualitas sumber daya manusia yang unggul, terampil, produktif, inovatif, dan siap terus belajar melalui pendidikan dan pelatihan yang menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan.
Baca Juga: Wamendikdasmen: Peran Guru Tidak Bisa Digantikan AI
Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan berpusat pada manusia (people-centered approach).
Ini berarti transformasi yang tidak berhenti pada penguasaan teknologi, namun juga membangun karakter, etika kerja, kemampuan komunikasi, serta kemauan untuk terus belajar.
“Teknologi bisa dipelajari, tetapi karakter harus dibentuk,” kata Wamenaker.
Menurutnya, pendekatan berpusat pada manusia menjadi kunci agar transformasi teknologi menghadirkan dunia kerja yang adil, sehat, dan bermakna.
Pendekatan ini mencakup produk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nyata pengguna dan sistem keselamatan kerja yang adaptif serta menumbuhkan budaya peduli.
Pendekatan lain yaitu organisasi kerja yang inovatif, mendorong partisipasi, serta pengembangan kapasitas dan kebijakan yang inklusif dengan fokus pada manfaat sosial, serta keberlanjutan jangka panjang.
