TopCareerID

Buah Apa yang Cocok Buat Berbuka Puasa?

Ilustrasi kurma (freepik)

TopCareer.id – Mengonsumsi buah yang tepat saat berbuka puasa bisa membantu tubuh memulihkan energi dan tetap sehat selama menjalankan ibadah Ramadan.

Menurut Katrin Roosita, Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, selama berpuasa, tubuh mengalami keterbatasan asupan energi, terutama glukosa yang merupakan sumber utama energi bagi otak.

Saat cadangan glikogen di hati menipis, tubuh akan beralih menggunakan asam lemak sebagai sumber energi alternatif.

“Proses inilah yang menghasilkan keton, yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi alternatif,” kata Katrin, dikutip dari laman IPB University, Kamis (26/2/2026).

Karena itu, saat buka puasa, penting untuk segera kembali mengisi cadangan energi dengan sumber karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa.

Baca Juga: Buka Puasa di Transjakarta, Ini Aturannya

Dua jenis gula alami tersebut banyak ditemukan dalam buah-buahan, salah satunya adalah kurma.

Menurut Katrin, kurma memiliki kandungan fruktosa tinggi dan dianjurkan oleh Rasulullah Saw untuk dikonsumsi saat berbuka.

Fruktosa juga memiliki keunggulan dibandingkan glukosa yang berasal dari gula tebu atau tepung, yaitu tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman khususnya bagi penyandang diabetes.

Buah lain yang dianjurkan untuk berbuka puasa adalah yang memiliki kadar air tinggi seperti semangka, melon, dan pepaya.

Tak cuma fruktosa, buah-buahan tersebut juga kaya air, vitamin, dan mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Katrin mencontohkan, pepaya punya beta-karoten sebagai provitamin A, yang berguna untuk tubuh.

Baca Juga: War Takjil, Pakar Sebut Bukan Cuma Soal ‘Rebutan’ Makanan

Namun, Katrin juga mengatakan bahwa ada beberapa buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat perut kosong.

Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena tingkat keasaman yang tinggi dapat mengganggu lambung. Durian juga perlu dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi berpotensi memicu lonjakan glukosa darah.

Selain itu, nangka memiliki serat yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan kembung, sementara salak perlu dikonsumsi dengan bijak dengan tetap mempertahankan lapisan putih kulit arinya.

Katrin pun menyarankan konsumsi buah sebanyak dua hingga tiga porsi per hari atau setara 100–150 gram. Pola konsumsi tersebut membantu memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, dan mineral.

Meski waktu makan selama Ramadan lebih singkat, asupan gizi tetap harus diperhatikan. “Agar tubuh tetap sehat dan bugar sepanjang ibadah puasa,” pungkas Katrin.

Exit mobile version