Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

Peserta Magang Masih Menumpuk di Pulau Jawa, Menaker Siapkan Pemerataan

Menaker Yassierli dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026). (Dok: Kemnaker)

TopCareer.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut bahwa peserta magang nasional masih menumpuk di Pulau Jawa. Karena itu, dirinya akan mempersiapkan strategi agar penyebarannya merata di semua provinsi.

Menurut Yassierli, dia ingin agar Program Pemagangan Nasional (MagangHub) 2026 menjangkau seluruh provinsi di Indonesia, agar kesempatan kerja bagi lulusan muda semakin terbuka di berbagai daerah.

“Dari data MagangHub, saat ini memang masih banyak penumpukan magang di Pulau Jawa. Kita ingin agar ini tersebar jadi ada di tiap provinsi,” kata Yassierli saat meninjau program magang di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/2/2026).

Untuk itu, Kementerian Ketenagakerjaan mengaku sedang mempersiapkan penguatan ekosistem magang di daerah.

Baca Juga: Upah Minimum Naik, Uang Saku Peserta Magang Nasional Ikut Naik

Strategi ini dimulai dari pemetaan target setiap provinsi berdasarkan sektor unggulan dan kapasitas industrinya, serta memperbanyak mitra penyelenggara pemagangan, baik perusahaan maupun instansi pemerintah.

“Kita tetapkan peta target per provinsi yang realistis, berbasis sektor unggulan dan kapasitas industri daerah, bukan sekadar pemerataan angka,” kata Yassierli.

Menurutnya, setiap daerah didorong memiliki jumlah mitra aktif, mentor yang siap membimbing, serta rencana pembelajaran yang jelas agar kualitas tetap terjaga meski program diperluas.

Menaker juga menekankan agar proses pemilihan tempat magang melalui MagangHub dibuat lebih adil bagi semua daerah.

Baca Juga: DPR: Magang Nasional Harus Benar-Benar Bisa Tekan Jumlah Pengangguran

Peserta tetap bebas memilih perusahaan tujuan, namun pemerintah akan membuat perusahaan di luar Jawa lebih mudah ditemukan dan lebih menarik untuk dipilih, terutama yang memiliki standar pembinaan yang baik.

“Peserta magang memilih sendiri perusahaan tujuan,” kata Yassierli.

“Jadi ini juga menjadi tantangan bagi perusahaan, bagaimana agar mereka dapat dipilih oleh para peserta magang? Ada kompetisi sesama peserta, dan juga sesama perusahaan,” imbuhnya.

Karena itu, perusahaan yang ingin diminati harus menunjukkan komitmen nyata, termasuk menyediakan pembelajaran yang terstruktur serta dukungan fasilitas yang memadai.

Leave a Reply