Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Diluncurkan, Kuota 70 Ribu Peserta

Pemerintah meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 yang telah diinisiasi Kemnaker. (Dok: Kemenko Perekonomian)

TopCareer.id – Pemerintah meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional tahun 2026, dengan tujuan meningkatkan hard skill dan soft skill Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Seluruh rangkaian pelatihan dalam program yang diinisiasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini disediakan secara gratis.

“Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja untuk bekerja atau berwirausaha,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.

Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 terbagi dalam tiga batch pelatihan, dengan sekitar 20 ribu peserta per batch, dan total sekitar 70 ribu peserta dalam setahun.

Program ini dilaksanakan di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPT BPVP) dan Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

“Ke depan, diharapkan kuota ini dapat terus ditingkatkan oleh Kemnaker,” imbuh Menko Airlangga, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga: Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar Beasiswa Garuda Sarjana

Program Pelatihan Vokasi Nasional juga dirancang untuk memberikan skilling, upskilling, dan reskilling kepada para peserta, dengan mengedepankan prinsip link and match.

Adapun, beberapa persyaratan bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan ini di antaranya:

  • Lulusan SMA/SMK/MA/sederajat
  • Berusia minimal 17 tahun
  • Memiliki akun SiapKerja
  • Sudah lulus dalam tiga tahun terakhir

Peserta dapat berpartisipasi dengan mengakses situs skillhub.kemnaker.go.id.

Dengan mengikuti program ini, para peserta akan mendapatkan benefit seperti:

  • Bantuan transportasi sebesar Rp 20 ribu per hari (lamanya sesuai jangka waktu pelatihan)
  • Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)
  • Sertifikat Pelatihan dan Sertifikat Kompetensi BNSP
  • Khusus untuk peserta dari luar kota dapat difasilitasi asrama pada pelatihan tertentu

Baca Juga: Beasiswa VDMI Buka Pendaftaran Buat Mahasiswa, Cek Syaratnya

Bidang-bidang pelatihan yang bisa diikuti para peserta antara lain:

  • Teknologi Informasi dan Komunikasi
  • Bisnis dan Manajemen
  • Pariwisata
  • Tata Busana
  • Garmen dan Apparel
  • Otomotif
  • Housekeeping
  • Teknik Kelistrikan
  • Smart Farming
  • Konstruksi
  • Barista
  • Budidaya Perikanan
  • Penata Rambut dan Rias Wajah
  • Memasak
  • Menjahit Pakaian
  • Pemeliharaan Kendaraan
  • Pemandu Wisata
  • Pemasaran Digital
  • Keamanan Siber
  • Instalasi Panel Surya
  • Pengelasan (Welding)
  • Computer Numerical Control (CNC)
  • Otomasi Industri
  • Kendaraan Listrik
  • Termasuk pelatihan prioritas Presiden seperti Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Berbagai pelatihan ini diselenggarakan secara oflline, online, dan hybrid, dengan lebih dari 820 kelas pelatihan yang fokus pada 31 kejuruan.

Menko Airlangga berharap agar pelatihan ini tak hanya melibatkan penyelenggaraan pelatihan dari unit kerja Kemnaker, tapi juga mengintegrasikan balai pelatihan yang dimiliki instansi Pemerintah Pusat, Daerah, dan juga swasta.

“Sehingga, tata kelola program pelatihan secara nasional dapat berjalan optimal, tidak ada duplikasi, berkesinambungan, dan efisien,” kata Airlangga.

Menko Airlangga mengatakan, program ini paralel dengan program magang yang sudah dilakukan dan orientasinya adalah lulusan SMA dan SMK.

“Tentu kami mengapresiasi Kemnaker dan semoga para pelajar SMA/SMK bisa mengikuti program yang memperpendek jarak antara pendidikan dengan lapangan kerja,” pungkasnya.

Leave a Reply