Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Edukasi

Ada Gerhana Bulan Total Malam Ini, Bisa Dilihat di Indonesia

Ilustrasi gerhana bulan (Pixabay)

TopCareer.idFenomena alam Gerhana Bulan Total dipastikan bakal terjadi dan bisa disaksikan dari berbagai wilayah Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026.

Bada Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, gerhana bulan terjadi karena dinamisnya posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menjelaskan, Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar.

Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi.

“Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly, mengutip siaran pers, Selasa (3/3/2026).

Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik, dengan durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik.

Sementara, fase totalitas atau saat Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi, akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Baca Juga: Hari Tanpa Bayangan Sambangi Indonesia, Apa Itu?

Jika kondisi langit cerah, masyarakat bisa melihat Bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi.

Warna merah ini adalah hasil hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan Bulan.

Menurut Fachri Radjab, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, data BMKG mencatat Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB.

Sementara, waktu puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

BMKG menambahkan, pengamatan di wilayah Timur Indonesia akan memiliki visibilitas yang lebih baik, karena dapat diamati fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit.

Sebaliknya di wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung (fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit.

Baca Juga: Fenomena Ini Diduga Bikin Hujan Lebih Lebat Awal 2026

“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi,” kata Fachri.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya, serta memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan.

Menurut BMKG, tahun 2026 diprediksi akan mengalami empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana Matahari dan dua kali gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang bisa diamati dari Indonesia.

Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota pada seri Saros 133. Fenomena ini pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berasosiasi pada 13 Maret 2044 mendatang.

Leave a Reply