Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Lifestyle

Alasan Kurma dan Tempe Cocok Dikonsumsi di Bulan Ramadan

Ilustrasi tempe dan kurma. (Gambar dibuat dengan AI Gemini)

TopCareer.id – Kurma dan tempe dinilai bisa jadi pilihan pangan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa.

Menurut Ahmad Sulaeman, Ahli Gizi IPB University, kurma dan kedelai dapat menjadi sumber energi yang baik dan seimbang selama berpuasa, apalagi jika dikonsumsi pada waktu sahur dan berbuka.

Ahmad menjelaskan, dalam 100 gram kurma atau sekitar 13 butir, tergantung ukurannya, terkandung sekitar 299 kalori.

“Sementara kedelai, seperti pada tempe, tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga mengandung protein nabati berkualitas, lemak dengan asam lemak esensial, vitamin B, serat, serta isoflavon yang bermanfaat bagi kesehatan,” ujarnya.

Mengutip laman resmi IPB University, Rabu (4/3/2026), Ahmad mengatakan dalam 100 gram tempe terdapat sekitar 200 kalori.

Baca Juga: Bolehkah Olahraga Lari Saat Puasa Ramadan?

Karena itu, kombinasi kurma dan tempe dalam jumlah yang sesuai bisa membantu memenuhi kebutuhan energi harian selama berpuasa.

Perpaduan kedua bahan pangan tersebut dapat memberikan asupan energi dan zat gizi penting, yang dibutuhkan tubuh untuk tetap beraktivitas sepanjang hari.

Setiap 100 gram kurma rata-rata mengandung 63,35 gram gula, 8 gram serat, 2,45 gram protein, 0,39 gram lemak, 2 mg natrium, 656 mg kalium, dan sekitar 299 kilokalori.

“Kurma mengandung hampir setengah dari jumlah gulanya dalam bentuk fruktosa yang tingkat kemanisannya dua kali lipat dibandingkan glukosa, sehingga dapat memberikan rasa kenyang,” kata Ahmad.

Baca Juga: War Takjil, Pakar Sebut Bukan Cuma Soal ‘Rebutan’ Makanan

Sementara, tempe punya kualitas protein yang sangat baik, serta mengandung lemak dengan asam lemak esensial seperti linoleat dan linolenat.

Produk dari kedelai ini mengandung sekitar 18–20 gram protein, 8 gram karbohidrat, 8,8–9 gram lemak, dan 14 gram serat per 100 gram, serta mineral penting seperti zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, dan kalium.

Karena kandungan kalori kurma lebih tinggi dibandingkan tempe, sedangkan tempe mengandung protein lebih tinggi, Ahmad mengatakan bahwa idealnya porsi tempe lebih banyak dan kurma lebih sedikit.

Namun, pada prinsipnya tidak ada perbedaan khusus soal kombinasi kurma dan tempe saat dikonsumsi sahur atau buka puasa.

Baik untuk Penyandang Diabetes

Sementara bagi penyandang diabetes, kurma juga disebut punya potensi yang baik untuk pengelolaan kondisi tersebut.

“Buah kurma dilaporkan memiliki potensi yang baik untuk pengobatan diabetes karena mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan yang kuat. Senyawa ini juga dapat menghambat enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase,” Ahmad menjelaskan.

Makan dua sampai tiga butir kurma per hari masih dapat memberikan manfaat bagi penderita diabetes jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

“Dalam jumlah wajar, kurma tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan,” ujarnya.

Baca Juga: Tips Aman Puasa Ramadan Bagi Penyandang Diabetes

Sementara, tempe dinilai aman dan bermanfaat untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2 karena rendah karbohidrat, tinggi protein, serta memiliki indeks glikemik yang rendah.

Tempe juga tidak memicu lonjakan gula darah dan memberi rasa kenyang lebih lama. Penderita diabetes dapat mengonsumsinya tanpa batasan khusus, selama tetap memperhatikan asupan kalori harian.

Agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi, Ahmad menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi variasi olahan kurma dan tempe.

“Kurma dan tempe dapat diolah menjadi berbagai menu yang lezat, seperti smoothie kurma-tempe atau sandwich tempe-kurma,” pungkasnya.

Leave a Reply