TopCareer.id – Teknologi 3D printer kini bisa jadi sarana baru untuk meraup cuan. Apalagi, alat tersebut sudah mulai digunakan oleh berbagai industri.
Jeffry Rianto, Country Head PT Tek Lab Indonesia mengatakan, 3D printer untuk bisnis sudah menjadi hal yang biasa di banyak negara.
“Di mancanegara sudah banyak dari skala kecil atau pun personal business, baik juga perusahaan seperti farming 3D printing yang skalanya lebih besar lebih masif,” kata Jeffry kepada TopCareer.id di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, perkembangan 3D printing untuk keperluan bisnis di luar negeri sudah besar dan berkembang.
Sementara di Indonesia, saat ini 3D printing sudah mulai digunakan para kreator konten dan pebisnis yang menjual produk-produk buatan printer 3D.
“Ini peluang besar bagi peminat desain yang ingin membuat atau berkreasi sendiri dan membuat barang hasil kreasi sendiri yang langsung bisa dijual tanpa harus kita memesan kepada supplier atau pabrikan,” kata Jeffry.
Tak cuma Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Jeffry mengatakan bahwa teknologi 3D printer juga sudah dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi.
“Jadi menarik minat para siswa untuk lebih mengenal lebih dalam mengenai 3D print ini dan kreasi-kreasi yang bisa mereka buat,” ujarnya.
Menurut Jeffry, 3D printer kini semakin mudah dijangkau dan tak lagi sebatas untuk kepentingan usaha, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Dia menyebut, alat ini tak lagi perangkat eksklusif bagi profesional atau industri manufaktur besar, tapi sudah jadi alat bantu harian yang relevan dan esensial di dunia pendidikan, pelaku UMKM, hingga pengguna rumahan.
“Kami ingin mengubah pandangan masyarakat tentang mesin 3D printer, bahwa teknologi ini mudah digunakan, penuh manfaat, dan dapat dinikmati oleh siapa saja, dari pelajar hingga profesional,” ujarnya.
Rin Tyler, kreator konten 3D printing yang dikenal dengan 3D Rin, menyebut bahwa 3D printer sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan usaha. Namun, teknologi ini populer di dunia produk-produk hobi.
“Tapi karena makin lama sudah banyak modelnya, bahkan ibu-ibu bisa pakai, bahkan mungkin content creator sudah bisa pakai, semua hal kita sudah bisa nge-print sendiri,” katanya dalam acara yang sama.
Menurut Rin, beberapa part untuk motor dan mobil pun kini dapat dicetak menggunakan metode 3D printing.
Bagi yang ingin menekuni dunia 3D printing, Rin pun menyarankan untuk memilih 3D printer yang berkualitas baik dan sudah banyak digunakan.
“Kalau untuk tips di awal, teman-teman lebih mengeksplorasi saja. Ini learning by doing, karena ini benda fisik, bukan software atau tidak terlihat,” ujarnya.
Ia mengatakan, wajar apabila di awal seseorang akan mengalami kegagalan, sehingga tak masalah untuk terus mencobanya.
Selain itu, Rin menyebut untuk terjun ke 3D printing juga tidak perlu mempelajari hal-hal khusus, mengingat banyak edukasi soal teknologi ini yang tersedia secara cuma-cuma.
“Kalau secara teknis kita harus belajar, mungkin belajarnya di 3D modelling saja, supaya kalau kita mau bikin sesuatu, kita sudah punya basic dulu. Kalau misalnya mau memulai langsung bisa juga,” pungkasnya.










