Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tren

RI-Arab Saudi Perkuat Kerja Sama di Bidang SDM Kesehatan

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi semakin memperkuat hubungan bilateral di bidang kesehatan dengan kunjungan kerja Menteri Kesehatan Saudi Arabia selama 2 hari di Indonesia (24-25 Februari 2025). (Dok. Kemkes)

TopCareer.id – Pemerintah Republik Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin dan Menkes Arab Saudi Fahad Abdulrahman AlJalajel.

Nota kesepahaman ini mencakup kerja sama terkait kolaborasi para dokter Arab Saudi untuk berpraktik di Indonesia, serta dokter Indonesia untuk belajar di negara tersebut.

Kerja sama lain juga mencakup peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan Arab, program penyiapan ujian kompetensi keperawatan Prometric, beasiswa pendidikan keperawatan, fellowship program, dan pertukaran SDM kesehatan.

Budi mengatakan, MoU ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi kedua negara, untuk bertukar keahlian di bidang kesehatan, termasuk pembelajaran dan pengembangan keahlian, antara organisasi-organisasi yang terlibat.

“Melalui pertukaran SDM, kami berharap dapat meningkatkan standar pendidikan dan perawatan kesehatan, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Indonesia,” kata Budi, Senin (24/2/2025) di Jakarta.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tak Cuma Buat Peserta BPJS Kesehatan

Mengutip laman Sehat Negeriku, kerja sama juga meliputi bantuan dari King Salman Relief dalam operasi jantung di Indonesia.

Menkes menyebut, bantuan dokter dari mereka sangat penting, karena kelainan jantung bawaan pada anak di Indonesia masih menjadi masalah besar.

“Setiap tahun ada sekitar 12.000 kasus kelainan jantung bawaan pada anak-anak, dengan 6.000 di antaranya tidak tertangani dan meninggal,” kata Budi Gunadi.

“Saya berharap lebih banyak dokter dari King Salman Relief yang bisa membantu meningkatkan operasi jantung di Indonesia,” pungkasnya.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan sistem digitalisasi sertifikat vaksinasi bagi jamaah haji dan umrah.

“Kita berharap ada pertukaran sistem digital untuk sertifikat vaksin meningitis dan polio, karena jumlah jamaah haji dan umrah yang besar membuat proses ini menjadi lebih efisien jika didigitalisasi,” pungkas Menkes Budi.

Baca Juga: Penggunaan AI di Kesehatan Harus Utamakan Keselamatan Pasien

Sementara, Fahad Abdulrahman mengatakan, Arab Saudi sedang menjalani transformasi besar di bidang kesehatan.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengalihan rumah sakit pemerintah menjadi perusahaan milik negara, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan.

“Kami berharap dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam hal manajemen rumah sakit dan layanan kesehatan dengan Indonesia,” kata Menkes Fahad.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, delegasi Arab Saudi juga menandatangani beberapa MoU dengan tiga universitas di Indonesia, yang juga fokus pada pengembangan tenaga kerja.

Salah satu bentuk kerja sama yang akan dilakukan adalah pelatihan tenaga medis di Indonesia dan Arab Saudi, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.

“Kerja sama ini juga akan mencakup pelatihan di kedua negara, yang diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih baik dan terampil di bidang kesehatan,” pungkas Fahad.

Leave a Reply