TopCareer.id – Saat kumpul keluarga di momen Lebaran, salah satu yang ditunggu oleh anak-anak adalah bagi-bagi “angpau” atau uang.
Namun, orang tua juga harus tahu cara mengajarkan anak untuk tidak boros dan menghabiskan uang yang ia terima dengan cepat.
Menurut Fatkur Huda, Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya, ada beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua untuk mengajarkan anak cara mengelola angpau Lebaran dengan bijak.
- Ajarkan anak soal kebutuhan dan keinginan
Pertama, berikan pemahaman anak tentang kebutuhan dan keinginan. Fatkur mengatakan, anak perlu tahu mengenai konsep kebutuhan dan keinginan, untuk membantu mereka dapat mengelola uang sesuai kebutuhan prioritas.
“Cara ini sudah dapat diajarkan kepada anak kita yang memasuki usia 4-6 tahun,” ujar Fatkur, dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Kamis (3/4/2025).
Anak sudah dapat diajak berdiskusi tentang apa yang harus dibeli sebagai kebutuhan, atau hanya sebuah keinginan. Sebagai contoh, tentang alokasi dana untuk kebutuhan sekolah mereka yang sifatnya menunjang pembelajaran.
Baca Juga: Ditanyakan Kapan Nikah Saat Kumpul Keluarga? Ini Tips dari Pakar Unair
- Ajarkan anak mengelola uang secara produktif
Mendapat uang seringkali akan menjadikan anak semakin konsumtif, karena uang yang didapat bisa dianggap sebagai sebuah bonus.
“Bagi anak yang sudah memasuki usia sekolah dasar (usia 7-12 tentu dapat kita arahkan untuk belajar produktif dalam mengelola keuangan. Hal ini dimaksudkan agar angpao yang diterima tidak habis dalam waktu sekejap,” kata Fatkur.
Anak di usia SD sudah bisa diarahkan untuk menggunakan uangnya ke arah yang lebih produktif, misalnya untuk menabung atau investasi jangka pendek. Orang tua juga dapat mengajarkan anak untuk belajar berwirausaha.
Di usia ini, orang tua harus mendampingi untuk menentukan tujuan daripada investasi maupun usaha yang dilakukan, agar di nantinya dapat dilakukan evaluasi.
Baca Juga: Menkes: Silaturahmi Penting Buat Kesehatan Mental
- Ajarkan belanja dengan bijak
Memasuki usia SMP (13-15 tahun), anak dapat diajarkan pendekatan yang lebih dewasa, karena mereka sudah memiliki pilihan soal apa yang akan dibelanjakan.
Ingatkan anak soal kebutuhan dan keinginan, kemudian berikan dia kebebasan dalam mengelola uang lebaran yang diterimanya dengan bijak.
Fatkur mengatakan, orang tua juga bisa memberikan tambahan pengetahuan tentang cara kerja uang yang tidak sebatas sebagai alat tukar barang, tapi juga dapat sebagai alat investasi masa depan jangka panjang.
Sehingga, penting juga untuk mulai memperkenalkan soal investasi dana pendidikan dengan membuka rekening atas nama sendiri, atau menginvestasikan uang dalam bentuk emas.
- Ajarkan kemandirian dalam mencari uang
Anak di tahap SMA (rentang usia 16-18) masih masuk kategori remaja atau belum dewasa. Kebutuhannya masih menjadi tanggung jawab orang tua. Namun di sini, mereka sudah bisa diajarkan soal mencari uang sendiri.
Tujuannya di sini adalah bukan untuk memenuhi kebutuhannya, tapi agar mereka mengerti bahwa mencari uang sendiri bukanlah hal yang mudah.
“Sehingga dia bisa lebih berhemat dan berhati-hati dalam mengelola angpao lebaran yang didapatkan,” pungkas Fatkur.