TopCareer.id – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) resmi meluncurkan Program Studi (Prodi) Kedokteran Program Sarjana dan Program Pendidikan Profesi Dokter.
Peresmian dilakukan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin bersama para pimpinan Muhammadiyah serta Ketua LLDIKTI Wilayah VI di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026).
Menurut Menkes, Indonesia saat ini masih menghadapi kekurangan dokter jika dibandingkan dengan standar global.
Rasio dokter di Indonesia berada di kisaran 0,6 per 1.000 penduduk, sementara rata-rata global ada di angka sekitar 1,76 per 1.000 penduduk.
Baca Juga: Unesa Buka Program Studi AI, Belajar Apa Saja?
“Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, Indonesia diperkirakan masih kekurangan sekitar 280 ribu hingga 300 ribu dokter,” kata Menkes, mengutip laman resmi Kemenkes, Selasa (13/1/2026).
Karena itu, Budi menegaskan bahwa penguatan pendidikan kedokteran menjadi salah satu langkah strategis, demi mengejar ketertinggalan rasio dokter nasional, sekaligus memastikan ketersediaan tenaga medis di berbagai daerah.
Haedar Nashir, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada kesempatan yang sama juga menekankan Muhammadiyah siap dalam pengembangan pendidikan kedokteran.
Baca Juga: FISIP UI Luncurkan School of Social Sustainability & Innovation
Nashir mengklaim bahwa tidak ada hambatan yang berarti apabila diminta membuat fakultas kedokteran, mengingat mereka memiliki 91 universitas.
“Tinggal regulasi dibuat adaptif sesuai kebutuhan kawasan yang memang membutuhkan fakultas kedokteran, termasuk fakultas kedokteran gigi,” kata Haedar.
Rektor UNIMMA Lilik Andriyani pun mengatakan, pembukaan program studi ini merupakan bentuk dukungan universitas terhadap kebijakan pemerintah di bidang kesehatan.
“UNIMMA berkomitmen menjaga mutu pendidikan kedokteran melalui tata kelola yang baik serta kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai pihak,” ujar Lilik.













