TopCareer.id – Ada sejumlah hard skills dan soft skills yang akan dibutuhkan dalam rekrutmen tahun 2026, dengan beberapa keterampilan bakal lebih unggul daripada yang lain.
Menurut survei ResumeTemplates.com yang dilakukan terhadap 1.005 manajer rekrutmen di Amerika Serikat (AS), 62 persen menyebut baik hard skill maupun soft skill sama bernilainya.
Sementara, 24 persen menyebut keterampilan lunak (soft skills) lebih penting dan 14 persen mengatakan 14 persen menyebut keterampilan teknis (hard skills) lebih penting.
Julia Toothacre, chief career strategist di ResumeTemplates.com mengatakan, soft skills seringkali cenderung diremehkan, padahal kerap menjadi keterampilan yang paling berharga sepanjang karier.
“Komunikasi sangat penting. Kamu membutuhkannya untuk mengartikulasikan ide, menunjukkan nilaimu kepada pengambil keputusan, dan bekerja secara efektif dengan timmu,” ujarnya, mengutip HR Dive, Kamis (5/2/2026).
Dalam laporan berdasarkan survei tersebut, penggunaan perangkat lunak menduduki peringkat teratas dalam daftar hard skills yang paling diinginkan pada tahun 2026.
Baca Juga: PHK Melonjak, Hapus Batas Usia Kerja Bisa Jadi Cara Hadapi Pengangguran
Para pemberi kerja juga menyebutkan beberapa hard skill yang mereka butuhkan. Beberapa keterampilan ini seperti analisis data, keamanan siber, manajemen proyek, serta quality assurance and testing.
Keterampilan teknis lain yang dibutuhkan termasuk otomatisasi dan optimasi alur kerja, manajemen produk, penulisan dan dokumentasi teknis, visualisasi data, dan alat kecerdasan buatan.
“Mengingat betapa kuatnya perusahaan mendorong AI, saya terkejut bahwa AI berada di urutan terbawah daftar,” kata Toothacre.
“Ini menunjukkan bahwa meskipun AI penting, AI tetap tidak lebih penting daripada keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk benar-benar melakukan pekerjaanmu,” ia menambahkan.
Selain itu, komunikasi jadi soft skill paling dibutuhkan di tahun 2026, diikuti profesionalisme, manajemen waktu, akuntabilitas, dan ketahanan.
Soft skills lain yang diperlukan yaitu pemecahan masalah, berpikir kritis, perhatian terhadap detail, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi.
Baca Juga: Pengetahuan AI Mulai Dipertimbangkan Saat Rekrutmen Karyawan
Menurut Toothacre, cukup mengejutkan profesionalisme berada di peringat kedua, sementara biasanya berpikir kritis dan kolaborasi ada di posisi lebih tinggi.
“Bagi saya, ini menandakan bahwa generasi muda memasuki dunia kerja dengan sikap yang lebih santai,” ujarnya.
Para pemberi kerja kini semakin fokus pada keterampilan lunak selama pencarian kerja. 60 persen mengatakan soft skill lebih penting sekarang ketimbang lima tahun lalu, menurut laporan TestGorilla.
Menurut laporan itu, dalam pasar tenaga kerja yang telah bertransformasi oleh AI, prioritas keterampilan pemberi kerja juga bergeser untuk menyeimbangkan hard skills dengan soft skills.
Namun, laporan General Assembly menyebut, sebagian besar pimpinan menyebut karyawan tingkat pemula tetap tidak siap untuk pekerjaannya, yang sebagian besar karena kurangnya soft skills.
Untuk itu, pemberi kerja bisa berinvestasi dalam pelatihan dan meningkatkan keterampilan generasi mendatang, karena AI bakal semakin berdampak pada jalur karier tingkat pemula.













