Lifestyle

Bulu Hidung Kepanjangan, Ini Tips Aman Mencukurnya

Ilustrasi mencukur bulu hidung dengan alat. (Gambar dibuat dengan AI Gemini)

TopCareer.id – Bulu hidung yang terlihat jelas dan berantakan bisa merusak penampilan. Namun, memangkasnya juga tak bisa dilakukan dengan sembarangan.

Rina Weimann, dermatologis, di Philadelphia, Amerika Serikat menyarankan agar bulu hidung lebih baik dipangkas ketimbang dicabut atau waxing.

Mencabut bulu hidung bisa menyebabkan iritasi dan rambut tumbuh ke dalam. Selain itu, ini juga membuat berarti menghilangkan fungsi dari bulu hidung itu sendiri.

Maral Kibarian Skelsey, dermatologis di Washington DC dan Clinical Professor di Georgetown University mengatakan, bulu hidung atau nasal vibrissae, sangat penting untuk kesehatan tubuh.

Dilansir Men’s Health, dikutip Senin (13/4/2026), Weimann menjelaskan bahwa bulu hidung berfungsi sebagai garis pertahanan pertama terhadap infeksi.

Baca Juga: Bagaimana Penampilan bisa Pengaruhi Karier Kamu?

Mereka membantu menyaring dan menangkap partikel berbahaya di udara seperti virus, bakteri, debu, serbuk sari, hingga alergen sebelum masuk ke dalam tubuh.

Struktur bulu hidung yang lebih tebal dan kasar membuatnya sangat efektif dalam menyaring kotoran. Namun, saat bulu hidung tumbuh terlalu panjang, ini bisa terlihat kurang bagus untuk dilihat.

Jika dibiarkan terlalu panjang, bulu hidung juga bisa menimbulkan masalah seperti iritasi, rasa gatal, hingga penumpukan kotoran yang memperparah alergi.

Lingkungan hidung yang lembap juga bisa membuat bakteri dan virus berkembang lebih cepat jika terperangkap di sana. Para pakar pun menyarankan kamu tidak perlu menghilangkan sepenuhnya bulu hidung.

Jika dicabut habis, perlindungan alami malah akan hilang, risiko infeksi meningkat, rambut tumbuh ke dalam, dan lapisan dalam hidung yang sensitif bisa rusak.

Pakar juga menegaskan bahwa pernyataan yang mengklaim mencukur atau memotong bulu hidung dapat membuatnya tumbuh lebih tebal adalah mitos.

Baca Juga: Tips Gaya Hidup Sehat untuk Tubuh Ideal

Seiring bertambahnya usia, bulu hidung bisa jadi lebih kasar dan terlihat jelas. Tapi tetap, tujuan utamanya adalah merapikan, bukan menghilangkan sepenuhnya.

Beberapa orang yang mungkin harus merapikan bulu hidung misalnya pria yang lebih tua, orang berambut tebal atau gelap, orang yang bekerja di depan kamera, atau orang yang pertumbuhan bulu hidungnya berlebih.

Namun ada pengecualian. Orang yang rentan terhadap infeksi seperti penderita diabetes, sistem imun lemah, atau yang mengonsumsi obat imunosupresan, perlu ekstra hati-hati saat memotong bulu hidung.

Para pakar menegaskan bahwa luka kecil saja bisa berujung infeksi serius, sehingga merapikan bulu hidung harus sangat hati-hati.

Tips saat mencukur bulu hidung

Nah, beberapa tips dari para pakar jika kamu mau memotong bulu hidung yaitu:

  • Potong hanya bulu yang terlihat keluar dari lubang hidung,
  • Sisakan beberapa milimeter agar fungsi penyaringan tetap berjalan,
  • Jangan dicabut atau dengan metode waxing,
  • Jangan memasukkan alat cukur terlalu dalam ke hidung,
  • Lakukan setiap 1 sampai 4 minggu atau saat mulai terlihat/gatal,
  • Pastikan tangan dan alat dalam kondisi bersih.
  • Selain itu, pilih alat cukur dengan ujung membulat dan berpelindung untuk mencegah luka dan bersihkan alat secara rutin dengan sabun antibakteri atau alkohol.

Leave a Reply