Lifestyle

Alasan Jangan Makan Berlebihan Saat Rayakan Lebaran

TopCareer.id – Makan bersama jadi tradisi yang dirayakan saat hari raya Idulfitri. Namun, banyak pakar mengingatkan untuk tidak makan berlebihan usai sebulan puasa Ramadan.

Sruthy Merlin George, Clinical Dietitian di NMC Specialty Hospital Al Ain di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, menyebut bahwa makan berlebihan saat libur Lebaran bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Dikutip dariGulf News, Sabtu (21/3/2026), George menyebut bahwa puasa 30 hari sebenarnya memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat.

Puasa bisa jadi masa pemulihan bagi tubuh. Pada periode ini, lambung menyeimbangkan kembali produksi asam, usus meningkatkan jumlah bakteri baik, dan pankreas beristirahat dari produksi insulin secara terus-menerus.

Karena itu, makan berlebihan setelah Ramadan, terutama makanan manis dan gurih, dapat mengganggu kondisi tubuh yang sudah kembali seimbang.

Baca Juga: Libur Lebaran, Ortu Diajak Kurangi Pemakaian Gadget pada Anak

Nour Fouad Ahmed Shalfawi, Clinical Dietician di Burjeel Day Surgery Center Al Shahama mengatakan, makan berlebihan usai puasa sebulan bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada pencernaan.

Gejala yang sering muncul antara lain perut kembung, refluks asam lambung, hingga gangguan pencernaan.

Lonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak secara berlebihan juga dapat memperburuk kondisi penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Selain itu, kebiasaan tersebut juga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak perlu serta meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.

Shalfawi mengatakan, berbagai hidangan khas Lebaran dapat dikonsumsi asalkan dalam porsi yang wajar.

Mengontrol porsi dengan menyajikan makanan dalam jumlah kecil memungkinkan seseorang mencicipi berbagai jenis hidangan tanpa berlebihan.

Ia juga menyarankan untuk menerapkan mindful eating, yaitu makan dengan perlahan sambil memperhatikan sinyal kenyang dari tubuh.

Selain itu, penting untuk menyeimbangkan isi piring dengan makanan bernutrisi seperti sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh agar tubuh tetap sehat meski menikmati makanan khas Lebaran.

Baca Juga: Mudik Bersama Anak, Lakukan Ini Biar Lancar di Perjalanan

Sementara, George mengingatkan pentingnya menerapkan pola makan seimbang yang mencakup karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, buah, dan sayuran.

Karbohidrat kompleks membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sementara protein tanpa lemak membantu menjaga massa otot.

Konsumsi buah dan sayur segar juga penting karena mengandung serat, vitamin, dan nutrisi penting. Konsumsi probiotik seperti yogurt juga bisa membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik di usus.

Shalfawi mengingatkan agar tidak melewatkan waktu makan sebelumnya hanya untuk “mengosongkan perut” sebelum makan banyak. Kebiasaan ini malah sering membuat seseorang makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Ia juga menyarankan agar tidak makan karena tekanan sosial saat berkumpul dengan keluarga atau kerabat. Tetap perhatikan sinyal lapar dari tubuh. Batasi juga konsumsi makanan manis agar kadar gula darah tetap stabil.

Tips Lebaran Lebih Sehat

Agar tetap sehat saat merayakan Idulfitri, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Gunakan piring yang lebih kecil untuk membantu mengontrol porsi makan
  • Ambil gigitan kecil dan kunyah makanan dengan baik
  • Konsumsi makanan tinggi serat seperti salad dan biji-bijian utuh
  • Minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi
  • Jika memungkinkan, pilih makanan rumahan
  • Duduk atau berkumpul agak jauh dari meja makanan agar tidak terus mengambil makanan
  • Setelah makan besar, sempatkan berjalan kaki ringan
Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button