Tren

MotoGP Mandalika 2026 Bikin Naik Pemesanan Homestay

TopCareer.id – Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 pada tanggal 9 hingga 11 Oktober juga berdampak positif bagi para pelaku homestay di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satu pemilik homestay, Bani, mengatakan peningkatan permintaan kamar mulai terasa dalam sepekan jelang MotoGP Mandalika 2026 lalu. Kenaikan ini terjadi di tengah merosotnya pariwisata pada Oktober 2025.

“Dengan adanya Pertamina Grand Prix Of Indonesia ini karena demand yang begitu banyak, jadi kita menaikkan sedikit harga dari harga pada umumnya,” kata pemilik Mong Bungalows ini, mengutip siaran pers, Selasa (13/10/2026).

Pada kondisi normal, tarif kamar di homestay miliknya berkisar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per malam, tergantung musim. Namun, tingginya permintaan selama periode MotoGP membuat tarif mengalami penyesuaian.

Sementara, Reddy Mardani atau Dani dari Mango Room Mandalika, mengatakan harga kamar yang biasanya dipatok sekitar Rp 600 ribu per malam meningkat hingga Rp 2 juta selama gelaran Pertamina Grand Prix Of Indonesia.

Seluruh kamar yang ditawarkan dengan harga tersebut pun laku dipesan. “Walaupun event-nya hanya tiga hari, kami bisa menjualnya mungkin tiga kali lipat. Kami menjual dengan harga Rp 2 juta per malam dan itu laku semua,” kata Dani.

Baca Juga: Meraup Cuan dari Peluang Kerja Musiman di MotoGP Mandalika 2026

Meningkatnya kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak bagi para pengusaha akomodasi. Pekerja lokal, pelaku kuliner, UMKM, hingga masyarakat penyedia jasa, juga merasakan perputaran ekonomi dari kompetisi balap motor ini.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengungkapkan bahwa mereka dan Universitas Mataram juga memberikan pelatihan hospitality, manajemen homestay, hingga keterampilan bahasa Inggris bagi para pengelola dan pekerja homestay.

Arya mengatakan, penguatan kapasitas masyarakat ini merupakan bagian dari upaya Pertamina agar keberadaan event sport tourism di Mandalika memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Desa Kuta, Lombok merupakan wilayah yang berada paling dekat dengan Pertamina Mandalika International Circuit.

Karena itu, masyarakat Ring 1 menjadi salah satu perhatian Pertamina untuk ikut mendukung keberlangsungan event sekaligus mendapatkan manfaat ekonominya.

Baca Juga: Aksi Pawang Hujan Di Moto GP Mandalika Jadi Sorotan

Selain itu, Pertamina juga membantu masyarakat mengembangkan pengelolaan sampah melalui bank sampah. Sampah anorganik dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti kerajinan dan tas, sementara sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk.

“Kita melihat ada beberapa kegiatan. Yang pertama adalah kita membantu memberdayakan masyarakat untuk bisa mengelola sampah. Kemudian yang kedua adalah bagaimana masyarakat di sini bisa membantu melayani wisatawan dengan baik,” kata Arya.

Arya berharap agar berbagai program ini dapat membuat manfaat Pertamina Grand Prix Of Indonesia tidak berhenti saat balapan usai. Menurutnya, wisatawan tidak hanya datang ketika event, tetapi juga bisa berkunjung ke Mandalika sepanjang tahun.

“Event tahunan ini tidak setiap hari, tapi turis yang datang ke sini kan setiap hari. Artinya mereka juga bisa mengelola itu menjadi hal yang menarik. Nah, ini yang tentunya kita latih dan kita edukasi sekarang,” pungkasnya.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button