TopCareerID

Mau Jadi Chef? Harus Siap Kerja 12 Jam Sehari

Topcareer.id Demi menjaga kualitas makanan dan pelayanan pada pelanggan, chef bisa bekerja hingga 12 jam sehari. Malah saat banyak event di resto hotel, bisa sampai menginap di tempat kerja. Melelahkan, tentu. Namun kian banyak pelanggan kian banyak service charge didapat.

Tidak ada patokan pasti berapa jam kerja chef di restoran hotel. Ada kalanya santai, tapi bisa sangat sibuk sampai nggak pulang. Semua itu tergantung dari berapa banyak event yang tengah terselenggara atau seberapa tinggi tingkat okupansi hotel.

“Kalau di restoran hotel, kerja bisa 13 sampai 14 jam, minimal 12 jam. Tergantung event, kalau di resto hotel kami nggak tahu seberapa sibuk. Saya pernah masuk pukul 04.30 pagi sampai pulang pukul 00.30 malam,” kata Technical Chef di PT Mulia Boga Raya, Muhammad Septian Hidayat kepada TopCareer.id.

Tergantung okupansi hotel
Ada kalanya waktu santai ketika tak banyak event terselenggara sehingga jam pulang bisa on-time. Namun, kata Septian hal itu jarang terjadi, apalagi untuk restoran di hotel ternama. Tingkat okupansi hotel juga akan berpengaruh, terlebih bila sampai 100 persen yang bikin jam kerja chef ikut bertambah.

Sistem kerja shift, lanjut Septian, tetap ada, namun jam kerja itu akan kembali lagi ke faktor seberapa ramai event yang ada dan seberapa banyak pelanggan yang datang.

“Banyak kerjaan kalau lagi ada event. Jadi okupansi tinggi atau lagi banyak event. Lebih para lagi kalau okupansi 100 persen, kemudian event-nya banyak. kalau kami yang pagi pulang jam segitu (malam hari), yang shift agak siang ya pulangnya lebih lama lagi,” ujar Septian yang pernah bekerja di .

Dengan jam kerja yang terbilang panjang dan padat itu, para chef ini tetap tak melewatkan kualitas dari makanan yang dimasaknya. Setiap proses dan langkah dalam memasak tak boleh ada yang dilewati, harus sesuai dengan standar.

“Yang kami masak bukan satu dua orang. Itu yang bikin kami kerja lama karena tetap menjaga kualitas, enggak boleh serabutan, enggak boleh asal jadi. Prosesnya harus berdasarkan step. Kalau stepnya a, b, c, ya diikuti, enggak bisa dilompati, harus ikuti step sesuai standar.”

Seiring dengan banyaknya jam kerja dan pelanggan, maka service charge yang dikenakan pun akan bertambah. Nah, secara otomatis ada tambahan pendapatan yang bakal diterima seorang chef. Karena seorang chef akan mendapatkan uang tambahan atau semacam insentif yang berasal dari sevice charge.

Waktu libur
Mengenai libur, ya sudah pasti tak mesti hari Sabtu atau Minggu, apalagi weekend terbilang jam sibuk industri perhotelan dan makanan. Septian menyampaikan, biasanya tiap minggu akan ada update soal rolling waktu libur untuk tiap chef.

Setiap bulan juga akan diberitahu event-event apa yang akan terselenggara sehingga kelak bisa menyesuaikan dengan waktu libur. Bisa dibilang, waktu libur chef ini tak tentu.

“Penentuan libur biasanya bergantian juga, jadi nggak selalu 6-1, bisa tiba-tiba 3-1 atau 9-1. Minggu ini kita libur Senin, minggu depan kita libur seumpamanya hari Sabtu. Dari Senin ke Sabtu, Sabtu libur bisa libur lagi hari Jumat,” pungkas Septian.*

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version