TopCareerID

Cara Menjadi Pekerja yang Cerdas dan Produktif

Topcareer.id Sibuk kerja hingga larut malam atau bekerja tanpa kenal waktu mungkin bukan ciri pekerja yang cerdas dalam mengelola waktu. Alih-alih menghabiskan waktu ekstra untuk bekerja, kamu bisa jadi karyawan yang pintar jika mampu fokus pada apa yang sebenarnya penting lewat kerja yang efektif.

Anda bisa menjadi karyawan yang pintar jika mengikuti beberapa tips berikut, seperti dilansir dari laman Inc.

Pangkas tugas tak penting

Ketika diberi tugas proyek besar, pikiran langsung bercabang dan membuat sejumlah daftar perencanaan apa saja yang harus dilakukan agar semua berjalan lancar. Ya, pekerja cerdas akan membuat to do list terkait hal itu, tapi bukan semua kegiatan masuk catatan.

Coba pertahankan agar daftar kamu tetap ramping dengan hanya berfokus pada 3 hingga 5 tugas yang paling mendesak, penting, dan menantang untuk hari itu alias Most Important Task (MIT) atau tugas paling penting (MIT) kamu.

Lou Babauta dari ZenHabits menyarankan bahwa setidaknya salah satu MIT kamu harus terkait dengan target yang ingin dicapai dan kamu harus mengerjakannya baik di rumah atau di kantor, atasi hal MIT pertama kamu di pagi hari.

Ukur hasil, bukan waktu

Ketika sampai pada produktivitas, kita sering fokus pada berapa lama sesuatu untuk diselesaikan. Misalnya, kamu hanya menghabiskan empat jam menulis posting blog sepanjang 1.000 kata.

Tapi, bagaimana jika kamu fokus pada bagian posting blog yang lebih kecil? Misalnya, kamu memecah menjadi lima bagian 200 kata, memformatnya dengan benar, menambahkan judul, menjalankan pemeriksaan ejaan dan menambahkan gambar. Tiba-tiba kamu menyadari bahwa kamu benar-benar menyelesaikan banyak hal dalam jangka waktu itu.

Bahkan, penelitian dari tim Behance menemukan “bahwa menempatkan jam dan kehadiran fisik lebih penting daripada tindakan dan hasil mengarah pada budaya inefisiensi (dan kecemasan).”

Miliki penyesuaian sikap

Tim di Mind Tools menyatakan bahwa kita lebih efektif dalam bekerja ketika kita memiliki “sikap positif.”

“Orang-orang dengan sikap yang baik mengambil inisiatif kapan saja mereka bisa. Mereka dengan sukarela membantu seorang rekan yang membutuhkan, mereka mengambil kelonggaran ketika seseorang sedang sakit, dan mereka memastikan bahwa pekerjaan mereka dilakukan dengan standar tertinggi.”

Sikap yang baik di tempat kerja akan membantumu menetapkan standar untuk pekerjaan, memastikan bahwa kamu mengambil tanggung jawab untuk diri sendiri, dan membuat keputusan lebih mudah karena didasarkan pada intuisi.

Komunikasi dan koumunikasi

Terlepas dari apakah kamu freelancer, pengusaha, atau karyawan, akan ada saatnya kamu harus bekerja dengan orang lain. Dengan demikian, kamu harus memperkuat keterampilan komunikasi dan kolaborasi.

Kamu dapat mulai dengan meningkatkan keterampilan mendengarkan aktif dan tetap pada satu topik saat berkomunikasi. Misalnya, saat membuat email, buatlah singkat dan to the point. Jangan membuang terlalu banyak informasi dalam pesan karena hanya akan membingungkan penerima.*

Editor: Ade Irwansyah

Exit mobile version