Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juli 28, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Lakukan Hobi, Cara Tepat Usir Stres?

Topcareer.id Makan-makanan yang manis atau melakukan hobi jalan-jalan sering dilakukan orang yang tengah mencari pelarian dari stress. Apakah melakukan hobi seperti itu efektif dalam melepas stres, khususnya stres lantaran pekerjaan?

“Tepat sekali, orang yang merasa stres bisa rilis dengan hobi dan makan-makan. Lakukan yang pertama hobi dulu,” kata Motivator dan Trainer, Teguh Eko Priyantanto kepada TopCareer.id usai acara Office to Office Bersama Sido Muncul Sari Kunyit.

Teguh menyampaikan, setiap orang rentan mengalmi stres apalagi di tempat kerja sehingga butuh beragam cara untuk melepasnya. Salah satunya lewat hobi. Bahkan, ini bisa jadi kegiatan pertama yang bisa dilakukan ketika stres melanda.

Coba lakukan kegiatan yang membawa semua unsur dalam diri. Mulai dari unsur fisik, kemudian unsur minat dan bakat. “Itu sangat menimalisir kerentanan stress pada seseorang. Cari hobi yang paling disukai.”

Buat target dan berkomunikasi

Tarkait stres di tempat kerja, tambah Teguh, biasanya berkaitan dengan pencapaian tugas dan target-target yang harus dipenuhi. Untuk itu, Teguh menyarankan untuk lebih realitis dalam menentukan target dan pencapaian kerja.

Teguh mengatakan, coba membuat target yang dibuat secara berkala dengan melihat ke dalam kemampuan diri terlebih dulu.

“Mulai sekarang coba bikin target yang berjangka, mulai 3 bulan, setengah tahun, 1 tahun, 3 tahun. Mengapa begitu? Karena real dengan apa yang dimiliki. Bukan karena Anda melihat orang lain yang sudah sukses lalu pengin sepeti dia , dengan langkah target yang tidak terukur,” ujar dia.

Dan yang tak kalah penting, dan ditekankan oleh Teguh, yakni perbaiki komunikasi dengan teman-teman atau pimpinan di kantor karena hal itu sangat mempengaruhi tingkat kerentanan akan stres kerja.

“Di tempat kerja itu biasanya soal komunikasi. Itu berarti aku kerasan tidak dengan pekerjaan itu, apakah aku merasa masuk dengan pekerjaanku. Apakah pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang cocok dengan diriku. Itu satu, itu trigger orang itu bisa stres atau tidak di kantor.”*

Editor: Ade Irwansyah

Tinggalkan Balasan