Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Saturday, November 23, 2019
redaksi@topcareer.id
Profesional

Profesi Pelaut Tak Hanya Milik Laki-laki

Topcareer.id – Profesi pelaut selama ini identik dengan pekerjaan laki-laki, padahal laut sejatinya bukan hanya milik kaum laki-laki. Perempuan juga bisa berperan penting di industri kemaritiman.

Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) mendorong peran kaum perempuan di Indonesia untuk berkiprah di bidang maritim.

Bertepatan dengan Hari Maritim Dunia tahun 2019 dengan tema “Empowering Women in Maritime Community” yang jatuh pada tanggal 26 September, Indonesia sebagai anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) juga turut memperingati Hari Maritim Sedunia dengan melakukan sejumlah kegiatan yang dipelopori oleh Women in Maritime Indonesia atau WIMA Indonesia.

Rangkaian kegiatan kampanye di Labuan Bajo ini diawali dengan penyelenggaraan Simposium WIMA Indonesia yang diikuti oleh 40 media dari Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) serta penyelenggaraan Gerakan Anak Indonesia yang digagas WIMA Indonesia untuk mengedukasi 50 orang anak TK mengenai pentingnya keselamatan pelayaran yang dilanjutkan dengan mengikuti kegiatan mendongeng bertemakan “Nenek Moyangku Orang Pelaut” dan para anak TK diajak untuk Sea Safari menaiki KLM Tanaka, Seasafari 7 dan Kireina.

“Dengan mengangkat tema ini, diharapkan dapat mengurangi kesan bahwa dunia maritim itu identik dengan lapangan kerja bagi laki-laki. Karena laut sejatinya bukan hanya milik kaum lelaki, perempuan juga bisa berperan penting di industri kemaritiman sehingga perlu ditingkatkan guna mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.”kata Dirjen Perhubungan Laut, R.Agus.H.Purnomo.

Adapun Pemerintah Indonesia sudah lama mendukung dan melaksanakan kesetaraan gender ini. Buktinya, sudah banyak perempuan yang berprofesi sebagai pelaut di kapal-kapal swasta maupun kapal negara.

Pimpinan-pimpinan organisasi dan perusahaan yang bergerak di sektor maritim juga sudah lama tidak lagi membedakan gender. Misalnya, Ketua INSA, beberapa Kepala UPT Ditjen Perhubungan Laut dan jabatan strategis lainnya telah dijabat oleh kaum perempuan.

Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya peningkatan peran perempuan di dunia maritim, antara lain dengan memberikan kesempatan yang lebih besar kepada para perempuan yang bekerja di sektor maritim untuk berpartisipasi di berbagai kegiatan kemaritiman baik secara nasional maupun internasional, mempromosikan para SDM perempuan untuk menduduki jabatan yang strategis sesuai dengan kompetensianya serta meningkatkan kompetensi SDM perempuan di sektor maritim melalui program capacity-building baik secara nasional maupun partnership dengan negara-negara lain.

“Dengan penguatan peran perempuan di komunitas maritim diharapkan di masa yang akan datang tidak ada lagi dominasi gender dalam bidang kerja di semua lini dalam sektor maritim.”ujar Agus.

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply