Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Thursday, November 21, 2019
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Panduan Ampuh Buat yang Punya Pacar Satu Atap Kantor

Dok. The Daily Beast

Topcareer.id – Dengan semakin banyak orang yang menghabiskan waktu di kantor, tak heran bila panah asmara Cupid sering menancap pada orang-orang yang bekerja di kantor yang sama. Faktanya, menurut survey CareerBuilder yang dimuat situs CNN, 56 persen pekerja mengaku pernah berpacaran dengan rekan sekantor.

Dari jumlah itu, 31 persen di antaranya melakukannya lebih dari dua kali. Kata survey itu pula, 22 persen asmara di kantor terjadi saat pasangan bekerja dalam sebuah proyek yang sama, dan 15 persen merekah saat bekerja berduaan saat larut malam. Sedangkan 13 persen terjadi karena sering mengobrol saat jam santai.

“Ketika kamu menghabiskan waktu berjam-jam dengan rekan sekantor, bukan hal aneh kalau akan tumbuh suatu perasaan padanya,” bilang Rosemary Haefner, wakil presiden SDM situs CareerBuilder.

Lantaran pacaran dengan rekan sekantor tak terhindarkan lagi, sulit rasanya buat mencegah hal itu. Sebab, sebanyak 75 persen orang yang disurvey CareerBuilder percaya kalau setiap karyawan boleh menjalin hubungan kasih dengan siapa saja.

Hanya saja, mengencani rekan sekantor terbilang persoalan rumit. Makanya, sebanyak 46 persen orang yang berpacaran dengan rekan sekantor merahasiakan hubungan mereka dari orang-orang kantor lainnya—kata survey itu. Banyak perusahaan juga punya kebijakan tak membolehkan pacaran di kantor.

Selain itu, tak semua hubungan kasih di kantor berlangsung di antara pasangan yang berada dalam satu level pekerjaan. Menurut survey yang dirilis CNN, sebanyak 64 persen atasan tak membolehkan manajer memacari bawahannya. Hal tabu lainnya: mengencani karyawan magang, mengencani anak bos, dan hubungan sesama jenis di kantor.

Akan tetapi, bagaimana jadinya bila jalinan kasih dengan rekan sekantor sudah kadung terjadi? Berikut tip buat menjalani pacaran di kantor, plus rambu-rambu apa saja yang perlu kamu patuhi bila ingin menjalaninya.

Hindari curhat dengan rekan sekantor
Hadapi saja. Hampir tak mungkin merahasiakan hubungan kasih dari rekan sekantor—apalagi bila mulai serius. Akan tetapi bukan berarti kamu mesti menjadikan rekan sekantor sebagai orang kepercayaan buat tempat curhat. Kalau ingin curhat soal hubungan cinta lebih detail, sebaiknya lakukan dengan teman dari kantor lain.

Bila kisah cinta mulai tersebar, segeralah melapor pada atasan dan bicara seperlunya. Sebab, lama-lama dia pasti tahu kamu punya hubungan spesial dengan teman satu kantor. “Saya tahu rasanya seperti tak punya kebebasan pribadi,” kata pakar SDM Liz Ryan, pendiri dn CEO WorlWIT, sebuah situs komunitas on-line buat pekerja wanita. “Tetapi sebuah hal yang memalukan dan bisa dianggap penghinaan bila bos tahu dari orang lain duluan.”

Ingat, ruang kantor bukanlah peraduan tempat memadu kasih
Kata Ryan, ia tak pernah lupa pada sebuah rapat yang ia hadiri kala tak seorang pun menaruh perhatian pada pembicara; sebab ada sepasang kekasih yang duduk di depan yang tak henti-hentinya berpegangan tangan. “Yang cowok lalu membelai rambut ceweknya,” cerita Ryan, “Orang-orang merasa salah tingkah sendiri dan merasa jijik, membuat mereka ingin berdiri lalu menampar pasangan itu.”

Ruang kantor jelas-jelas tempat orang bekerja. Titik. Karenanya, tak dibolehkan berkasih-kasihan di ruang kantor, ruangan bos, di lorong, atau di lift gedung. “Jangan memanggilnya ‘Manis’ atau ‘Sayang’ di depan yang lain. Jangan main kaki di bawah meja dengan pacar. Jangan berpegangan tangan atau ciuman dengannya,” sebut Ryan.

Hadapi kemarahan mantan kekasih di kantor
Statistik nampaknya menjanjikan: sebanyak dua pertiga hubungan kasih di kantor berlangsung jadi hubungan jangka panjang, menurut survey American Management Association (AMA). Empat puluh persen di antaranya berakhir di pelaminan. Akan tetapi, bagaimana dengan jalinan kasih yang terkoyak dan tak berakhir bahagia? “Banyak yang putus dan mereka tak bisa lagi bekerjasama dalam satu kantor,” ujar Ryan, “Hal itu tak dibenarkan dan malah bisa merusak karier.” Buat menghindari hal itu, saran Ryan: sederhana saja. Jangan terlalu emosional saat putus pacaran. “Karier jauh lebih penting,” tegasnya.

Tunjukkan siapa yang jadi bos
Banyak pakar manajemen berpendapat sebaiknya hindari pacaran dengan atasan atau bawahan di kantor. “Kamu tak boleh berpacaran dengan bos, juga tak dibolehkan berpacaran dengan orang yang memberi laporan pekerjaannya padamu,” bilang Ryan.

Jadikan hubungan kasih sejalan dengan pekerjaan
Sebatas hubugan pacaran tak pengaruhi pekerjaan, tak masalah buat perusahaan. Sepasang kekasih bisa kerja bareng. Yang tidak boleh, membiarkan hubungan kasih mereka meracuni pekerjaan. Pekerjaan harus jadi prioritas utama. *

ade.irwansyah@gmail.com'
the authorAde Irwansyah

Leave a Reply