TopCareerID

Kuliner Indonesia Kurang Mendunia

Topcareer.id – Ketua Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf), Triawan Munaf mengeluh jarangnya pelaku industri kuliner yang mau ekspansi atau mengembangkan usahanya ke luar negeri. Sekalipun di dalam negeri telah sukses membuka restoran besar. Akibatnya kuliner Indonesia kurang mendunia.

Triawan mengungkapkan, alasannya ternyata bukan karena tak ada modal tapi lebih karena pelaku industrinya yang tidak mau dan mampu untuk berekspansi ke luar negeri.

“Bekraf tidak bisa membuka restoran di luar negeri. Harus swasta. Ini yang susah banget” kata Triawan di Acara Bincang Bekraf, Kaum Resto, Jakarta, Jumat (26/9/2019).

Triawan mengaku selama ini Bekraf telah aktif mengeksplor, menawarkan ke restoran-restoran besar yang ada di dalam negeri untuk mau ekspansi ke luar negeri. Namun tak menemukan pelaku yang memiliki ambisi itu.

“Saya tawarkan, kita bantu semuanya. Tapi begitu kita tawarkan untuk ekspansi ke luar negeri jawabannya selalu ‘Pak kita di satu negara dulu’. Jadi tantangannya bukan kita gak mau, tapi pelakunya yang gak ada.” kata ayah Sherina Munaf.

Baca Juga: Setahun Bekraf Berkarya, Aktif Selenggarakan Berbagai Program Pengembangan SDM

Selama satu tahun terakhir, Bekraf telah menyelenggarakan berbagai program untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Program tersebut diantaranya adalah Orbit, SCARA, LOCK, Create, IKKON, Docs by The Sea, BIGGER, BEACON, Bekraf Creative Labs, Bekraf Developer Day (BDD), Bekraf for Pres Startup (Bekup), Kelas Keuangan, sertifikasi profesi, pelatihan Komisi Film Daerah (KFD) dan lainnya.

Sementara kontribusi ekonomi kreatif hingga akhir 2018 telah menyumbang pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 1.105 Triliun dan diperkirakan hingga akhir tahun 2019 akan naik menjadi 1.200 Triliun.

Exit mobile version