Topcareer.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang fokus menggenjot kinerja lima sektor manufaktur di dalam negeri.
Hal ini dilakukan sebagai persiapan memasuki era industri 4.0, sekaligus menjadi penopang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kelima sektor tersebut adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, kimia, otomotif, serta elektronik.
“Sektor-sektor itu dipilih berdasarkan evaluasi dampak ekonomi dan kriteria kelayakan implementasi yang mencakup kontribusi PDB, perdagangan, potensi dampak terhadap industri lain, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono seperti dikutip dari kemenperin.go.id, Selasa (8/10/2019).
Lima sektor manufaktur di atas dinilai mampu memberikan kontribusi signfikan hingga lebih dari 60 persen terhadap share ke PDB, nilai ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.
Untuk menggenjot kinerja lima sektor tersebut, pemerintah telah menyusun langkah strategis yang tertuang di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.
Peta jalan ini diyakini dapat mewujudkan visi Indonesia menjadi negara 10 besar yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.
“Kami juga optimistis, implementasi industri 4.0 akan mengoptimalkan potensi-potensi lainnya seperti penambahan pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2 persen, peningkatan kontribusi sektor terhadap PDB hingga 25 persen pada 2030, peningkatan net export hingga 10 persen, serta mengisi kebutuhan tenaga kerja yang melek digital hingga 17 juta orang untuk mendorong peningkatan nilai tambah terhadap PDB nasional hingga USD 150 miliar pada 2025,” tambahnya.
Editor: Feby Ferdian