Topcareer.id – Mungkin lewat situs web seperti LinkedIn atau ZipRecruiter, perekrut dianggap mudah mencari kandidat pekerja yang cocok dengan perusahaan. Tapi langkah itu tak benar-benar menjadi mudah ketika perusahaan berusaha mencari posisi kunci dan talenta terbaik.
“Saya telah menghabiskan 20 tahun terakhir untuk merekrut dan meneliti talenta terbaik. Dalam pengalaman saya, sangat penting untuk memprioritaskan kriteria perekrutan yang jelas dan ringkas untuk menemukan kandidat yang tepat untuk keadaan yang tepat,” kata Jay Rosenzweig, founding partner of Rosenzweig & Company.
Ia memberikan empat pertanyaan yang perlu dipertimbangkan perusahaan ketika melakukan perekrutan penting seperti dalam laman Business Insider.
Baca juga: Keuntungan Merekrut Pekerja Magang Menjadi Karyawan Tetap
1. Dapatkah perusahaan mendapat manfaat dari orang luar industri?
Banyak manfaat jika mempertimbangkan orang luar dalam industri perusahaan. Menurut Jay, ketika perusahaan hanya mempekerjakan individu dengan pengalaman di industrinya, inovasi dapat mandek.
Seringkali, kata dia, bakat mentah lebih penting daripada keahlian industri. Perusahaan harus mencari kandidat yang berdedikasi untuk posisi tersebut dan berpotensi membawa ide-ide segar ke perusahaan.
2. Apakah kandidat memiliki transferable skills?
Calon yang memiliki transferable skills seringkali paling berdampak bagi bisnis. Keterampilan utama yang harus dicari meliputi: kepemimpinan, komunikasi, pemecahan masalah, multitasking, dan yang lebih penting kreativitas, yang semuanya dapat diterapkan secara lintas posisi dan sektor yang berbeda.
Saat melihat kandidat, akan bermanfaat untuk bertanya kepada mereka apa yang mereka lihat sebagai transferable skills. Apakah mereka:
– Suka tantangan baru atau lebih suka membangun yang stabil?
– Berkomunikasi secara efektif – entah itu satu lawan satu, dalam rapat, di telepon, atau melalui email?
– Bekerja dengan baik dalam kelompok, atau lebih suka bekerja sendiri?
– Mampu mengelola waktu mereka dengan baik?
– Menyulap dua tugas atau lebih secara bersamaan?
Baca juga: Banyak yang Resign? Ini 5 Cara Menekan Turnover Karyawan
3. Seberapa cocokkah kandidat dengan budaya perusahaan Anda?
“Mencari pasangan yang tepat membutuhkan lebih dari sekadar daftar keterampilan dan pengalaman. Penting untuk mengelompokkan budaya perusahaan, dan memetakan bagaimana kandidat melakukan atau tidak cocok dalam konteks cetak biru budaya itu. Itu adalah proses yang kompleks dan kritis,” kata Jay.
Studi demi studi menunjukkan bahwa bisnis yang berkinerja terbaik memiliki banyak keragaman di suite eksekutif dan di sekitar meja ruang rapat. Dan membawa perspektif yang beragam ini ke meja dan memberikan suara bagi semua orang akan membantu membangun budaya perusahaan yang lebih sehat.
4. Seberapa kuat kesetiaan para kandidat pada perusahaan?
Menurut Gallup, hanya 34 persen karyawan yang terlibat di tempat kerja, dan 13 persen tidak suka keterlibatan antarpekerja, pada 2018. Loyalitas kerja sering terbentuk selama bertahun-tahun kerja sebelum seorang kandidat melamar peran di perusahaan.
“Misalnya, terus-menerus pindah dari perusahaan papan atas ke perusahaan papan atas lainnya dapat menjadi tanda bahaya – tetapi juga terlalu banyak waktu di satu perusahaan dapat menyebabkan stagnasi atau kepuasan,” ucap dia.
Loyalitas harus diukur dengan kombinasi keterlibatan dan lamanya bekerja. Seorang karyawan yang loyal biasanya suka terlibat dengan lingkungan kerja. *
Editor: Ade Irwansyah